Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi, Andalkan Sijariemas

Seluruh ibu hamil yang ada di Kabupaten Malang dipastikan mendapat pantauan langsung dari RSUD Kanjuruhan. Menyusul diberlakukannya Sistem Informasi Jejaring Rujukan Maternal dan Neonatal (Sijariemas). Sejak awal, program ini memang didesain untuk menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB).

Secara singkat, itu adalah sistem komunikasi timbal balik yang dibangun RSUD dengan seluruh bidan dan puskesmas yang ada di Kabupaten Malang.

”Banyak fasilitas yang bisa digunakan untuk berkomunikasi, di antaranya, SMS Gateway, berinteraksi melalui telepon, maupun memaksimalkan koneksi internet,” terang Kepala Bagian Perencanaan Program, Rekam Medis dan Evaluasi Pelaporan Suwarno SSi MM.

Komunikasi itu dibutuhkan bidan yang bertugas di puskesmas maupun di klinik ketika menghadapi situasi tertentu. Dengan cepat, pihak RSUD Kanjuruhan bakal memberi arahan khusus langsung dari dokter spesialis kandungan. Bila bidan tidak memungkinkan untuk mengatasi situasi sulit, proses rujukan ke RS bisa langsung dilakukan tanpa prosedur pendaftaran terlebih dulu.

”Sebelum dirujuk, dokter akan memberi arahan untuk mengambil tindakan medis. Tujuannya untuk memastikan kondisi pasien aman saat perjalanan menuju RSUD Kanjuruhan,” tambah pria yang juga menjabat sebagai kepala bagian humas dan pemasaran tersebut.

Terobosan lain untuk mendukung program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang juga disiapkan. Seperti disampaikan Kasubag Humas dan Pemasaran RSUD Kanjuruhan Eti Nur Hayati SPd.

Menurut dia, pihak RS tengah menyiapkan rencana pembangunan gedung baru, khususnya bagi masyarakat kurang mampu. Bangunan dengan kelas 3 bakal dibangun enam lantai dengan puluhan ruangan baru.

”Bagi pasien yang menghuni ruangan itu tidak perlu khawatir akan dipunggut biaya. Sebab, semua biaya pengobatan ditanggung pemerintah,” pungkasnya.

Pewarta: Ashaq Lupito
Penyunting: Bayu Mulya
Copy editor: Dwi Lindawati