Tegal Dilanda Kekeringan, TNI Salurkan 5 Tangki Air Bersih

JawaPos.com – Satuan anggota TNI dari Kodim 0712 Tegal kembali mendistribusikan air kepada warga di lokasi TMMD Reguler 105 Kodim 0712 Tegal, Desa Jatimulya, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Hal ini dilakukan guna mengatasi kekeringan di wilayah tersebut.

Dandim Letkol Infanteri Richard Arnold Yeheskiel Sangari yang didampingi Camat Suradadi Tri Guntoro, Danramil Kapten Infanteri Jamaludin Abbas, dan Kades Ahmad Zaeni, secara simbolis membagikan air kepada puluhan penduduk Dukuh Sigerung, Jatimulya. Tepatnya di samping timur Musala Al Istiqomah.

“Kodim didukung oleh PT Tirta Jaya asal Tegal, merasa terpanggil untuk memberikan bantuan air bersih sebanyak 5 truk tangki yang masing-masing memuat 7.000 liter. Semoga bantuan ini bermanfaat bagi masyarakat yang sangat membutuhkan air bersih,” kata Richard dalam keterangan tertulisnya, Selasa (23/7).

Kiriman air bersih ini merupakan lanjutan dari bantuan serupa yang sudah pernah dikirm beberapa waktu lalu. Yakni bantuan dari PMI sebanyak 10 ribu liter kepada 185 Kepala Keluarga (KK), ditambah bagi rumah-rumah penduduk yang ditumpangi oleh anggota Satgas TMMD. Bantuan air dari PMI tersebut akan terus dilakukan hingga September 2019 kepada desa-desa lainnya yang juga terdampak kekeringan serupa di wilayah Kecamatan Suradadi. Masing-masing desa secara bergantian akan mendapatkan 5-10 ribu liter air bersih.



Kodim 0712 Tegal juga menggandeng pakar peneliti geologi Dwiyanto yang merupakan mantan dosen geologi dan teknik sipil UNDIP Semarang untuk mencari titik terbesar sumber mata air dalam tanah. Dengan ini diharapkan bisa menjadi salah satu cara menanggulangi kekeringan wilayah tersebut.

“Kami menggunakan geolistrik dalam menentukan sumber air tanah. Tujuannya adalah untuk menemukan debit air bawah tanah yang cukup besar, sehingga nantinya dapat dilakukan pengeboran oleh dinas terkait,” ucapnya.

Sebelumnya, Richard mengatakan, TMMD merupakan program lanjutan yang dulu bernama AMD atau ABRI Masuk Desa. Keterlibatan TNI dalam pembangunan melalui TMMD juga untuk membantu pemerintah daerah dalam pemerataan pembangunan, sehingga tidak terjadi margin yang besar antara daerah perkotaan dengan pelosok pedesaan. TMMD juga merupakan semangat membangun akses masyarakat, kearifan lokal, dan menghidupkan kembali gotong-royong masyarakat.

“Kegiatan TMMD Reguler ini selain membangun sasaran fisik, juga nonfisik. Semua sasaran bertujuan untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat setempat melalui dukungan anggaran dari Pemprov Jateng, Pemda, dan dari TNI itu sendiri,” jelasnya.

Editor : Fadhil Al Birra

Reporter : Sabik Aji Taufan