Tebus Hasil Imbang, Lawan Persela Lamongan

MALANG KOTA – Arema FC memang tidak kalah saat melawan Borneo FC Jumat lalu (13/9). Pada laga yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan itu, Singo Edan bermain imbang 2-2. Namun, hasil tersebut belum memuaskan. Sebab, laga pekan ke 18 Liga 1 2019 itu adalah pertandingan kandang yang seharusnya dimenangkan.

Sejauh ini, catatan Arema di laga kandang memang kurang bagus. Dari 10 laga yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan dan Stadion Gajayana, 3 di antaranya gagal dimaksimalkan. Seperti saat melawan PS TIRA Persikabo, Singo Edan kalah 1-2. Sedangkan dua laga lainnya berakhir seri.

Saat lawan Borneo FC dan seri 1-1 saat menjamu PSIS Semarang.Dari hasil tersebut, artinya Arema harus bisa mecari lebih banyak poin di luar kandang. Dan, target terdekat Singo Edan adalah lawan Persela Lamongan.

Asisten Pelatih Arema FC Kuncoro menyatakan, setelah evaluasi lawan Borneo langsung persiapan melawan Persela. ”Persiapan sudah dilakukan, coach Milo (Milomir Seslija) juga sudah mulai menyusun taktik dan strategi untuk lawan Persela,” kata dia. Kemarin (16/9) Dendi Santoso dan kawan-kawan (dkk) juga sudah memulai latihan.

Bagi Kuncoro, laga ke depan tidak bisa dianggap enteng. Selama ini, Persela punya catatan yang lumayan bagus di kandang. Dari 8 laga yang berlangsung di Stadion Surajaya, Persela meraih 3 kali menang, 4 kali seri, dan sekali kalah. Kemenangan tim berjuluk Laskar Joko Tingkir tersebut, diraih saat melawan tim papan atas.

Mulai menang 2-0 atas pemuncak klasemen sementara Liga 1, Bali United. Serta menang 6-1 atas  runner-up klasemen sementara Liga 1 PS TIRA Persikabo. Catatan itu, tentunya menjadi warning bagi Makan Konate dkk. Sebab, Bali United dan PS TIRA Persikabo, sebelumnya yang pernah mengalahkan Arema.

”Ya, kami harus belajar (dari pertandingan sebelumnya), seperti saat lawan Borneo lalu,” kata legenda Arema era Galatama itu. Menurut dia, memang ada beberapa yang harus dibenahi. ”Kalau permainan sudah bagus, para pemain terus pressing dan menyerang, mungkin hasil kemarin belum rezeki (keberuntungan) kami saja,” kata Kuncoro.

Sebab, dari sisi peluang, Arema sangat menguasai. Hanya saja, jelas dia, dari gol kedua yang dicetak Borneo seharusnya tidak terjadi. ”Pemain harus selalu fight dan konsentrasi selama 90 menit.

Karena, gol kedua mereka terjadi di menit akhir (babak pertama),” kata Kuncoro. Pemain, jelas dia, jangan sampai kecolongan lagi. ”Di menit akhir itu krusial, semua pasti menyerang,” tandasnya.

Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Aris Dwi Kuncoro