Tarik Minat Wisatawan, Sajikan Pertunjukan Rutin

TUMPANG Keberadaan tol Malang–Pandaan (Mapan) mendatangkan harapan untuk beberapa destinasi wisata. Khususnya yang berada di wilayah utara dan timur Kabupaten Malang. Seperti di Kecamatan Lawang, Singosari, Pakis, Tumpang, Jabung, dan Poncokusumo. Terbuka akses jalan baru membuka kemungkinan datangnya wisatawan lebih banyak. Harapan itulah yang kini disematkan juru pelihara Candi Jago di Desa Tumpang, Kecamatan Tumpang.

Sejumlah inovasi telah dibuat warga di sekitar candi tersebut. Salah satunya yakni menyajikan pagelaran tari setiap bulan purnama. Pelaksananya dari Paguyuban Mangun Dharma. ”Kegiatan ini sebagai upaya untuk menarik wisatawan dari luar daerah seiring adanya tol Mapan yang sebentar lagi akan dioperasikan. Dari proyek itu, kami terpacu untuk menghidupkan cagar budaya ini,” terang juru pelihara Candi Jago Imam Pinarko.

Salah satu jenis tarian yang bakal disajikan, yakni tari Beskalan, tari topeng Malangan, tari Grebeg Wiratama, dan seni karawitan. ”Kegiatan ini kami gelar sejak 8 bulan lalu,” imbuhnya. Dari kegiatan tersebut, pria berusia 53 tahun itu mengaku kini makin banyak masyarakat yang berkunjung ke Candi Jago.

Masyarakat dari luar Kabupaten Malang, seperti Surabaya, Blitar, dan Sidoarjo kini kerap datang untuk menyaksikan pagelaran seni di sana. ”Posisi Candi Jago ini juga diuntungkan dengan jalur yang searah dengan jalur Gunung Bromo. Jadi, kalau ada wisatawan yang akan berkunjung ke Bromo, otomatis bisa berkunjung ke sini juga,” tutup Imam.

Pewarta               : Imron Haqiqi
Copy Editor         : Dwi Lindawati
Penyunting         : Bayu Mulya
Fotografer          : Rubianto