Tarif Parkir Selangit, Kendaraan di Jalan Kartini Mulai Rapi






JawaPos.com – Parkir kendaraan di sepanjang Jalan RA Kartini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), perlahan mulai tertata. Sejumlah pengendara lebih memilih mengikuti aturan ketimbang mendapatkan sanksi mulai tarif selangit hingga kendaraan diderek.





Salah satunya seperti disampaikan Rahmat, 37. Di kerap berkunjung ke kawasan Jalan RA Kartini untuk keperluan pribadi. “Kami ikut aturan saja, dari pada nanti kena denda,” kata pria yang berprofesi sebagai wiraswasta ini saat berbincang dengan JawaPos.com di kawasan Jalan RA Kartini, Selasa (6/11).





Menurutnya, aturan baku yang diterapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar melalui Dinas PD Parkir Raya Makassar bertujuan baik. Tujuannya untuk mengurai kemacetan akibat kendaraan khususnya roda empat yang acap kali parkir di badan jalan. “Tapi lebih bagus juga kalau dikasih aturan sama di tempat lain. Di Jalan yang lain juga. Jangan hanya di sini saja,” tambahnya.





Hal senada diungkapkan pengendara lainnya, Samsul, 27. Ia berpendapat pengenaan tarif parkir hingga Rp 100 ribu di kawasan Jalan RA Kartini adalah langkah tepat untuk penertiban. Pemkot Makassar bisa menerapkan aturan yang sama di tempat-tempat lain. Khusus di jalur-jalur strategis di Kota Makassar.





“Karena di sini aturannya sudah ada. Kalau bukan mahal parkir pinggir jalan, ujung-ujungnya kena derek juga. Kalau bisa dikasih sama dengan jalanan lain. Itupun kalau tujuannya mau kasih hilang macet-macet yang di pinggir-pinggir jalan,” ucapnya ditemui di tempat yang sama.





Seperti diketahui, PD Parkir Raya Makassar menerapkan tarif parkir selangit di sejumlah ruas jalan. Tujuannya agar parkir liar kendaraan yang dianggap menjadi sumber utama kemacetan bisa diurai.






Direktur Utama PD Parkir Makassar Raya Satriani Ulfa Mungkasa mengatakan, tahap awal pihaknya fokus untuk menata parkir di sepanjang Jalan RA Kartini. Perlahan, aturan seurpa juga akan diterapkan di lokasi-lokasi lain.






Terhitung sejak 1 November 2018, tarif parkir di kawasan strategis Jalan RA Kartini mencapai Rp 15 ribu untuk satu jam pertama. Kemudian tarifnya meningkat Rp 30 ribu untuk satu jam berikutnya.





Nilai itu akan terus meningkat menjadi Rp 60 ribu di atas 5-12 jam. Termahal mencapai Rp 100 ribu jika parkir di atas 12 jam. Keputusan tarif parkir itu tertuang dalam SK Wali Kota Nomor: 1941/900.539/Tahun 2018, tanggal 4 Oktober 2018.





Jalan RA Kartini sendiri merupakan salah satu kawasan perlintasan menuju pusat Kota Makassar. Di sepanjang jalan berjejer gedung-gedung tinggi, pusat-pusat perkantoran, dan sejumlah bangunan yang merupakan infrastruktur kota Makassar.





Kendaraan yang acap kali parkir di badan jalan menjadi sumber utama kemacetan. Saat ini, Pemkot Makassar telah menyiapkan lahan parkir di dalam kawasan Kanre Rong pinggiran lapangan Karebosi. Tempat tersebut mampu menampung banyak kendaraan.





Lokasi itu yang saat ini digunakan sejumlah pengendara untuk memarkirkan kendaraannya. Tarifnya pun terbilang normal. Yakni, Rp 4 ribu sekali parkir.





“Inikan baru jadi, kami perlahan terapkan aturan resmi ini. Mudah-mudahan efektif untuk bisa mengurai kemacetan. Khususnya penataan parkir-parkir yang bisa menghambat pengguna jalan lainnya,” terang Satriani dalam kesempatan sebelumnya.





PD Parkir Makassar Raya akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Makassar. Sehingga upaya penanganan parkir dan pengurai kemacetan bisa berjalan bertahap dan maksimal. Selain itu, PD Parkir Makassar Raya juga telah melakukan berbagai upaya sosialisasi kepada masyarakat terkait tarif parkir.





“Kami sudah coba perlahan melakukan memberikan informasi dan sosialisasi. Jadi kalau ada tetap yang membandel, kami koordinasikan ke Dishub agar diberikan sanksi bisa juga diderek,” pungkasnya.





(rul/JPC)