Tari Remo hingga Antarkan Juara PBB Tingkat Jatim

Senyum Bripda Novi Yunitasari mengembang terus-menerus saat dia bertugas di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Malang. Di balik senyumnya saat melayani masyarakat, dia merupakan seorang penari ulung. Dia paham sejumlah tarian tradisional, seperti Warak Dugder, Kembang Genjret, Remo, dan tari kreasi Bali. ”Jam latihannya tidak pasti, karena prioritas saya kan tetap seorang polwan,” kata dia sembari tersenyum.

Ditemui saat bertugas, dia menunjukkan beberapa foto dirinya sedang menari. Ketika memperagakan beberapa tarian, anggota polwan berumur 21 tahun itu nampak terlihat seperti penari profesional. Agak sedikit aneh memang, karena saat itu dirinya sedang mengenakan seragam dinas dan tanpa aksesoris penunjang untuk pementasan tari. Meskipun begitu, tangannya tetap luwes dan gerak tubuhnya begitu gemulai. ”Bripda Novi salah satu junior saya yang berbakat, gerakan tarinya lihai dan energik,” kata Bripda Febby, salah satu senior dalam satuannya.

Novi bercerita kalau dia mulai belajar tari sejak usia lima tahun. Ketertarikannya pada dunia tari dipengaruhi oleh gurunya di SDN 02 Pagelaran waktu itu. Bersama 20 teman lainnya, putri dari pasangan Suwarno dan Supatmi ini mulai mengikuti latihan seni karawitan di sekolah dasarnya. Sejak itulah bakat menarinya tetap terasah hingga saat ini, bahkan tak jarang di acara kantor dinas Kabupaten Malang, dirinya sering diundang untuk mengisi pementasan tari sebagai sambutan. ”Biasanya kalau ada acara di kantor dan undangan dari dinas, sering diundang untuk mengisi tari,” terangnya.

Selain mahir menari, prestasi anggota polwan penyuka makanan capcai ini juga tidak boleh dipandang sebelah mata. Terbukti, berdasarkan pengalaman pertamanya saat dia baru lima bulan dilantik, Bripda Novi sudah ditugaskan untuk melatih siswa-siswi sekolah menengah pertama di ajang lomba peraturan baris berbaris (PBB). ”Waktu itu saya melatih di SMP 4 Kepanjen, kami juara 2 se-Jawa Timur,” pungkasnya.

 



Pewarta: Silvi
Penyunting: Ilham Thoriq
Foto:  Bripda Novi Yunitasari