Target Papan Atas Musim Ini, Arema Geber Fisik di Pramusim

JawaPos.com – Salah satu kelemahan Arema FC musim lalu adalah kondisi fisik pemain lemah. Dendi Santoso dkk hanya mampu bertahan sampai putaran pertama. Masuk putaran kedua, ”bensin” anak asuh Milomir Seslija sudah nyaris habis. Akibatnya, performa tim melorot pelan-pelan pada putaran kedua. Target finis di runner-up, ternyata hanya mampu di peringkat kesembilan.

Belajar dari musim 2019 itu, jajaran tim pelatih sepakat, pembenahan dasar menjelang kompetisi 2020 adalah ketahanan fisik. Karena ibarat membangun rumah, pembenahan fisik ini seperti membuat fondasi. Kuat fisiknya, maka kokoh bangunannya. Karena itu, selama beberapa minggu ke depan ini, fokus pelatih menggenjot fisik anak asuh Mario Gomez tersebut. Tidak ada hari tanpa latihan fisik. Apalagi saat ini Arema FC sudah punya pelatih khusus membenahi fisik: Marcos Gonzalez. ”Para pemain harus kerja, dan terus kerja keras,” tegas Marcos Gonzalez.

Arema FC

Pada beberapa latihan Tim Singo Edan beberapa waktu ini, Dendi Santoso dkk wajib melahap sejumlah menu latihan fisik yang sangat keras. Mulai dari sprint, latihan ketahanan, dan latihan-latihan yang juga bertujuan untuk recovery. Bagi tim Arema FC, fisik adalah salah satu elemen yang menjadi salah satu biang kegagalan musim lalu. Seperti pernah diungkap oleh asisten pelatih Kuncoro, anak asuhnya musim lalu kehabisan tenaga. ”Bensin (tenaga fisik) kami tidak cukup untuk sampai pada akhir kompetisi,” sambung Kuncoro beberapa waktu lalu.

Akibat fisik yang payah, Arema memiliki catatan minor. Yakni tim dengan kekalahan terbanyak saat tandang juga menjadi kontestan Liga 1 yang gawangnya banyak kemasukan gol terbanyak kedua.

Gonzales menambahkan, memang tim tidak hanya butuh pemain dengan fisik bagus saja. Faktor kerja sama tak kalah pentingnya. ”Bukan hanya kerja keras saja membuat tim ini lebih bagus,” sambung mantan pelatih fisik tim Johor Darul Takzim (JDT) itu.

Target yang sedang diemban Mario Gomez kali ini cukup berat. Selain harus membalikkan kepercayaan suporter, juga dituntut bisa menembus kompetisi Asia. Syaratnya minimal bisa runner-up tahun 2020 ini. Mungkinkah? Kita tunggu saja.