Tangisan Warnai Akhir Masa Jabatan

MALANG KOTA – Di hari terakhir menjalani masa jabatannya sebagai kepala Satreskrim Polres Malang Kota, kemarin (6/10), AKP Heru Dwi Purnomo tampak menangis. Namun, itu bukan tangisan kesedihan.

Bisa jadi, tangisan itu efek usai menyanyikan lagu berjudul Mungkinkah yang dipopulerkan Stinky. Salah satu syairnya berbunyi ”tetes air mata, basahi pipiku”. Lagu itu dinyanyikan Heru saat serah terima jabatan (sertijab) di Aula Rupatama kemarin.

Heru mengemban tugas baru sebagai Kanit Ekonomi Satreskrim Polrestabes Surabaya. Sedangkan posisinya digantikan oleh AKP Ambuka Yudha Hardi Putra. Sebelumnya, Yudha menjadi kepala Satreskoba Polres Banyuwangi.

Selama bertugas di Kota Malang, Heru mengukir beberapa prestasi. Mulai menangkap jaringan nasional pembobol brangkas emas di Lowokwaru, hingga menangkap enam pelaku pembunuhan di Kedungkandang.

”Di sini (Satreskrim Polres Malang) saya masih punya PR (pekerjaan rumah) pencurian motif pecah kaca,” kata Heru.

Sementara itu, kasatreskrim baru di Polres Malang Kota AKP Ambuka Yudha Hardi Putra menyatakan, pihaknya akan beradaptasi dengan situasi di Kota Malang.

”Waktu di Jogjakarta dulu, saya sering hunting ke Jawa Timur. Salah satunya Malang. Terbesit dalam pikiran saya saat itu, bagaimana rasanya bertugas di Malang? Alhamdulillah, sekarang saya diberi tanggung jawab di sini, di reserse kriminal,” kata Ambu.

Selain sertijab kasatreskrim, kemarin ada pergantian kepala Polsek Lowokwaru. Sebelumnya, posisi itu dijabat Kompol Bindriyo. Kini posisinya digantikan Kompol Untung Bagyo setelah sebelumnya menjadi kepala Polsek Gondanglegi.

Pewarta: Fajrus Shiddiq
Penyunting: Mahmudan
Copy editor: Arief Rohman
Foto: Fajrus Shiddiq