Tanggul di Kalianyar Ini Jebol, Warga Sekitar Cemas Banjir

Tanggul di Kalianyar Ini Jebol, Warga Sekitar Cemas Banjir

Jebolnya tanggul tersebut, jelas memberikan ancaman. Sebab, tanggul yang jebol itu berada dekat dengan perkampungan. Warga khawatir, air sungai Kedunglarangan sulit dibendung ketika hujan melanda. Dampaknya, permukiman mereka pun terendam. 

Kekhawatiran itu seperti yang diungkapkan Faisol, ketua RT 3 di Kelurahan Kalianyar, Kecamatan Bangil. Ia menceritakan, jebolnya pintu air dan tanggul itu berlangsung sejak Selasa (9/1) lalu. Itu terjadi, setelah hujan deras yang membuat sungai Kedunglarangan mengalir deras.

Derasnya aliran air Sungai Kedunglarangan itu, membuat tanggul dan pintu air di wilayah setempat, tak mampu menahan. Akibatnya fatal. Tanggul pun jebol dan membuat pintu air rusak. Rusaknya  pintu air itu, membuatnya dan warga lain ketar-ketir.

“Kalau  air sungai tinggi, besar kemungkinan masuk ke perkampungan. Ribuan rumah di sini bisa terendam,” ungkapnya. Untuk mengantisipasi itu, warga pun akhirnya membangun tanggul darurat secara swadaya. Pembuatan tanggul itu dilakukan dengan pemasangan sandbag.

Langkah tersebut dilakukan seiring lambannya  penanganan dari instansi terkait. “Kami tidak bisa kalau hanya menunggu. Sejauh ini, belum ada penanganan dari pemerintah terkait. Makanya, warga swadaya membangun tanggul darurat ini,” akunya. 

Pihaknya berharap, pemeritah segera melakukan langkah. Sebab, pembangunan tanggul nonpermanen itu, jelas tak seberapa ketahanannya. “Harapan kami bisa segera dibangun tanggul permanen,” harap dia.

Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan Bakti Djati Permana menyampaikan, pihaknya dan Dinas Sumber Daya  Air dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan sudah melakukan peninjauan. Hasilnya, memang untuk sementara, ditangani darurat oleh warga. 

Pihaknya juga tengah mengajukan perbaikan secara permanen ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas. Sebab, sungai tersebut masuk kewenangan BBWS. “Kalau untuk permanen, kami masih mengajukan ke BBWS. Sementara ini ditangani darurat dulu oleh warga. Tapi, nantinya bisa diklaimkan ke pemkab,” bebernya. 

(br/fun/one/fun/JPR)