Tanggap Darurat 14 Hari, Pejabat Solok Selatan Dilarang Dinas Luar

JawaPos.com – Pemerintah KKabupate Solok Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) terus melakukan penanganan terhadap dampak bencana gempa berkekuatan 5,3 Skala Richter (SR). Dampak gempa merusak ratusan rumah warga dan fasilitas umum (fasum).

Untuk memulihkan situasi pasca gempa, Pemkab Solok Selatan telah menetapkan status daerah tanggap darurat hingga dua pekan ke depan. “Ya, status tanggap darurat kami (pemerintah) tetapkan selama 14 hari,” kata Wakil Bupati Solok Selatan Abdul Rahman, Jumat (1/3).

Abdul Rahman memastikan, semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Solok Selatan yang tidak terlibat langsung dalam pelayanan publik ikut serta membantu penanganan bencana gempa yang merusak rumah warga di tiga Kecamatan.

“Saya sudah arahkan. Selain yang terlibat langsung dalam pelayanan publik, semua pegawai di OPD Pemkab Solok Selatan fokus membantu masyarakat dan wilayah terdampak gempa,” katanya.

Bahkan, tegas Abdul Rahman, jika ada Kepala OPD dan pegawai yang akan melakukan kunjungan kerja ke luar daerah, diminta untuk membatalkan, jika kunjungan tersebut tidak terlalu penting. Dengan kata lain, pusat pemerintahan saat dipindahkan ke lokasi dampak bencana.

Sehari pasca gempa, pihaknya masih fokus melakukan penanganan kesehatan dan distribusi logistik makanan. “Masyarakat yang ada di penampungan (tenda) sudah dikirim tim dokter untuk trauma healing. Banyak yang trauma dan mau balik ke rumah,” katanya.

Sebelumnya, gempabumi tektonik berkekuatan 5,3 SR mengguncang Solok Selatan sekitar pukul 06.27 WIB, Kamis (28/2). Episenter gempabumi ini berada di koordinat 1,4 LS dan 101,53 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 36 km arah timur laut Padang Aro, Kabupaten Solok Selatan pada kedalaman 10 km.

Bencana alam ini merusak sebanyak 398 unit rumah warga. Masing-masing, 103 unit di Nagari Sungai Kunyit Barat, 187 unit di Nagari Sungai Kunyit. Gempa juga merusak belasan fasum. Mulai dari sekolah hingga rumah ibadah yang tersebar di tiga Kecamatan.

Data terakhir, jumlah kerusakan rumah mencapai 500 unit. Namun, belum terkonfirmasi jenis kerusakan. Sebab, hingga kini, Pemkab Solok Selatan masih melakukan pendataan.

Selain itu, 55 warga juga dilaporkan mengalami luka-luka. Beruntung, peristiwa ini tidak menelan korban jiwa. 

Editor           : Yusuf Asyari

Reporter      : Riki Chandra