Tanam Andewi bak Rawat Bayi

KOTA BATU – Sayur andewi atau salad keriting menjadi komoditas pertanian yang sedang in di Kota Batu. Sebab, sayur ini bisa ditanam di musim apa pun. Musim hujan atau kemarau. Hanya, petani harus memberi perawatan ekstra mulai menanam hingga panen. Sayur andewi harus diberi perawatan bak seorang bayi. Pagi dan sore harus disirami. Maklum, sayuran ini butuh banyak air untuk hidup.

Sayur yang cocok untuk lalapan ini banyak ditanam di Dusun Klerek, Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo. Para petani di kawasan itu cukup rajin menyirami sayur andewi saat musim kemarau. Karena jika tidak sering disiram, akan menyebabkan gagal panen.

Selain dilakukan penyiraman, harus dialiri air di area persawahan. Salah satu petani, Lekso, menjelaskan, yang menjadi pilihan petani selalu menanam sayur andewi adalah karena tanaman ini tidak kenal musim. Namun, setiap musim, masa perawatannya berbeda-beda.

”Pada saat musim kemarau, harus pintar-pintar memperhatikan sayur yang ditanam seperti andewi karena tanaman ini membutuhkan banyak air,” kata Lekso.

Menurut dia, petani saat ini memilih menanam andewi karena masa tanam yang cukup singkat dibandingkan lainnya, yakni 60 hari saja. ”Tetapi kami juga harus pandai untuk merawat. Sebab, risikonya jika kurang air, mudah terserang penyakit,” ungkapnya.

Terpisah, Ngarpun, petani asal Dusun Santrean, Desa Sumberejo, Kecamatan Batu, menyatakan, sayur andewi meskipun masa tanamnya pendek dibandingkan yang lain, tetapi tidak menjamin juga harga jualnya. ”Terkadang karena masa panen bersama bisa membuat harganya cukup jatuh. Jadi, harga jualnya bisa tinggi dan bisa rendah,” kata dia.

Pewarta               : Miftahul Huda
Copy Editor         : Amalia Safitri
Penyunting         : Abdul Muntholib