Tambah Modal, PT Phapros Siapkan Right Issue Pada Semester II 2019

JawaPos.com – Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) farmasi PT Phapros Tbk berencana melakukan penambahan modal lewat right issue pada semester II 2019. Rencana penambahan modal senilai Rp 1 triliun ini akan digunakan untuk sejumlah aksi korporasi dan melunasi kewajiban perseroan.

“Kita tengah mempersiapkan melakukan right issue. Saat ini masih dalam pengkajian internal perusahaan,” ujar Corporate Secretary PT Phapros Tbk, Zahmilia Akbar dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (20/6).

Dia mengungkapkan, perseroan tengah mempersiapkan sejumlah aksi korporasi untuk menambah kapasitas produksi lewat pembelian mesin-mesin produksi obat baru maupun pengembangan unorganic lewat akuisisi perusahaan. “Dana right issue rencananya juga akan digunakan untuk melunasi pinjaman perusahaan,” katanya.

Selain menggarap pasar obat di dalam negeri, anak usaha PT Kimia Farma Tbk ini juga menggarap pasar ekspor ke sejumlah negara. ” Saat ini kita sudah melakukan ekspor ke Philipina, Myanmar, Kamboja, Nigeria. Ke depan kita juga akan melakukan ekspansi ke Timur Tengah. Saat ini perizinannya tengah diurus,” katanya.



Lewat sejumlah aksi korporasi yang telah dilakukan, Zahmilia optimistis penjualan perseroan pada 2019 akan tumbuh 50 persen dibanding tahun tahun 2018. “Tahu lalu kita membukukan penjualan sebesra Rp 1,02 triliun. Tahun ini kita berharap penjualan bisa meningkat menjadi Rp 1,5 triliun,” imbuhnya.

Perusahaan yang berkode PEHA ini, kini juga gencar menggarap produk kosmetik yang potensinya sangat bear dikembangkan di dalam negeri.

Dalam mengembangan produk kosmetik, PT Phapros menggandeng pusat pengembangan dan penelitian stem cell Universitas Airlangga dalam mengembangkan serum anti penuaan dini (anti-aging) berbahan dasar biologi atau non kimia.

PT Phapros, Tbk adalah perusahaan farmasi terkemuka di Indonesia yang didirikan sejak 21 Juni 1954. Dengan komposisi saham sebesar 56.6 persen dimiliki oleh PT Kimia Farma Persero (Tbk) sedangkan sisanya dimiliki oleh publik.

Sebagai perusahaan yang sangat berkomitmen tinggi terhadap standar kualitas, Phapros telah mendapatkan certifikasi CPOB sejak tahun 1990 serta perolehan sertifikat ISO 9001 pada 1999 (yang telah ditingkatkan menjadi Sertifikat ISO 9001 versi 2008), Sertifikat ISO 14001 pada 2001 (yang telah ditingkatkan menjadi ISO 14001:2004), Sertifikat OHSAS 18001:2007 pada 2010, dan Sertifikat ISO 17025dari Komite Akreditasi Nasional (KAN) untuk Laboratorium Kalibrasi.

Saat ini Phapros memproduksi lebih dari 250 item obat, diantaranya adalah obat hasil pengembangan sendiri dan salah satu produk unggulan Phapros yang menjadi pemimpin pasar di katagorinya adalah Antimo.

Editor : Mohamad Nur Asikin