Tambah Gubes, Jurus Kampus Genjot Kualitas

MALANG KOTA – Salah satu bentuk komitmen perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitasnya disajikan dengan menyematkan target penambahan guru besar (gubes). Kehadiran mereka dinilai bisa menjadi pilar penting untuk menyokong keunggulan suatu perguruan tinggi. Salah satu kampus yang cukup getol menarget penambahan jumlah gubes ialah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki).

Di awal tahun ini, tepatnya pada 8 Januari lalu, UIN Maliki telah mengukuhkan Wakil Rektor I-nya menjadi guru besar. Di acara tersebut, Rektor UIN Maliki Prof Dr Abdul Haris MAg menyebut bakal ada lima dosen yang segera menyusul menjadi gubes. Bila ditotal, pada 2020 ini, mereka berharap bisa memiliki 23 guru besar. ”Jadi, 2020 harus  ada 10 gubes yang dikukuhkan. Fakultas humaniora sekarang sudah memiliki 4 gubes,” terang Abdul Haris.

Dia menyebut, idealnya di setiap program studi (prodi) memiliki 2 guru besar. UIN Maliki sendiri diketahui memiliki 42 prodi. Bila sesuai standar yang disebutkan Abdul Haris, maka dibutuhkan 84 gubes di sana. ”Anggota senat saat ini terus mendorong secepat mungkin dosen mengurusnya,” jelasnya. Selain itu, dia juga berharap para dosen lebih banyak melakukan penelitian di luar daripada melakukan diskusi di dalam kampus saja.

Kan kami saat ini sedang menuju World Class University, jadi kami terus mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas guru besarnya,” imbuh Haris. Kampus lain, yakni Universitas Brawijaya (UB) tahun ini menarget ada 23 tambahan gubes baru. Rektor UB Prof Dr Ir Nuhfil Hanani AR MS menyebut bila 2019 lalu pihaknya telah mengukuhkan 23 gubes. Dasar itulah yang membuat target disematkan.

”Tahun ini paling tidak samalah (dengan tahun lalu). Atau 24–25 gubeslah minimal, angka 23 itu sudah luar biasa,” terang Nuhfil. Di sisi lain, dia menyebut bila kebutuhan gubes di UB saat ini masih jauh dari kata ideal. Dengan jumlah dosen UB sekitar 2.000 orang, idealnya dia menyebut ada 20 persennya yang menjadi gubes. ”Kami ingin (jumlah) profesornya digenjot. Di sini sudah bagus karena doktornya sudah banyak. Sehingga harapannya (jumlah) profesor ditingkatkan,” kata Nuhfil saat sambutan di acara Dies Natalis ke-46 FK UB Minggu (12/1).

Kampus lainnya, yakni Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) juga menarget bisa menambah 30 gubes pada 2020 ini. ”Insya Allah awal 2020 yang clear ada tiga profesor. Diharapkan nanti bisa mencapai 30 orang,” terang Rektor UMM Dr H. Fauzan MPd. Dia juga menyebut bila kampusnya sudah menerapkan program akselerasi Professor Asuh.

Mekanismenya, tiap profesor di UMM memiliki para doktor asuh yang dibimbing agar bisa meningkat jadi profesor. ”Program ini sudah berlangsung sejak 2018 lalu, tidak dapat dibilang sistem  khusus. Tapi, ini adalah upaya yang dilakukan kampus untuk melakukan percepatan penambahan guru besar,” tutupnya.

Pewarta : Errica
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Bayu Mulya