Tambah Box Culvert, Pemkot Lobi Pemprov

KOTA BATU – Rangkaian musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) tingkat provinsi tampaknya tak ingin disia-siakan Pemkot Batu. Selasa (9/4) lalu, sejumlah usulan sudah disampaikan mereka pada Pemprov Jatim. Salah satu usulannya yakni pemasangan box culvert di sepanjang jalan provinsi. ”Pemasangan box culvert di ruas jalan provinsi itu kurang lebih sepanjang 3.000 meter. Biayanya butuh sekitar Rp 22,5 miliar,” terang Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso.

Karena tingginya biaya yang dibutuhkan, Pemkot Batu pun sadar diri. Mereka berharap usulan tersebut bisa dimasukkan ke dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) atau rencana strategi (renstra) Pemprov Jatim. Untuk titik-titik yang dibutuhkan box culvert memang tersebar di sejumlah wilayah.

Salah satunya yakni di Jalan Bukit Berbunga, di Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu. ”Di Jalan Bukit Berbunga ini kan terkenal wisata bunga, ada panjang jalan 1.400 meter yang bisa dipasangi box culvert,” sambung Punjul. Berguna sebagai jalur drainase, pemasangan box culvert dinilai mampu menjaga kualitas jalan.

Senada dengan Punjul, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Batu M Chori berharap Pemprov Jatim dengan pemimpin barunya bisa memperhatikan peningkatan infrastruktur jalan di wilayahnya. ”Iya, kami akan mengusulkan Jalan Ir Soekarno, Pattimura, Diponegoro itu dilebarkan jalannya. Ditambahkan juga dengan box culvert,” terang Chori.

Sebelumnya, usulan Pemkot Batu itu hanya diakomodasi pada Jalan Ir Soekarno saja. Tambahan usulan serupa kini tengah diupayakan untuk ruas jalan lainnya. Chori meyakinkan bila pemasangan box culvert itu tidak akan menebang pohon yang ada di kanan-kiri jalan. ”Paling tidak, arus kendaraan di jalan poros tersebut bisa lancar,” tambah Chori. Selain berupaya melobi pemprov, Pemkot Batu juga sudah menjalin kerja sama dengan Pemkot dan Pemkab Malang.

Salah satu realisasi kerja sama bakal disajikan untuk memperhatikan jalur dari Karangploso ke Giripurno dan Giripurno ke Pandanrejo. ”Jalan tersebut kualitasnya beda. Nah, itu yang kami usulkan juga agar menjadi jalan provinsi,” tambah Chori. Salah satu dasar usulan tersebut yakni untuk antisipasi kemacetan di jalur keluar tol Malang–Pandaan (Mapan).

Untuk diketahui, total panjang jalan di Kota Batu 411,90 km. Dari total itu, 292,1 km di antaranya berada dalam kondisi baik. Sedangkan 119,73 km di antaranya rusak. Baik rusak sedang, berat, maupun ringan. Sementara itu, 39,5 km ruas jalan di Kota Batu berstatus provinsi, yang 1,5 km di antaranya mengalami kerusakan ringan.

Pada tahun ini, Pemkot Batu berencana memoles 70 km jalan yang rusak. Mulai Januari hingga Maret lalu, sudah ada 30 km panjang jalan yang telah diperbaiki pemkot. Agar program itu berjalan maksimal, mereka berharap ada support dari Pemprov Jatim.

Pewarta               : Mochamad Sadheli
Copy Editor         : Amalia Safitri
Penyunting         : Bayu Mulya