Tambah 5 Kelurahan Tangguh Bencana

MALANG KOTA – Tahun ini, kelurahan tangguh bencana di Kota Malang bertambah lagi. Jika sebelumnya hanya ada tiga kelurahan tangguh bencana, kini bertambah lima kelurahan. Dengan demikian, Kota Malang mempunyai delapan kelurahan tangguh bencana.

Lima kelurahan yang dinobatkan menjadi tangguh bencana adalah Tlogomas, Penanggungan, Bandungrejosari, Pandanwangi, dan Kedungkandang. Kelimanya berada di area daerah aliran sungai (DAS). Sementara itu, tiga kelurahan yang sebelumnya ditunjuk menjadi kelurahan tangguh bencana adalah Bareng, Polehan, dan Kotalama.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang J. Hartono menyatakan, kelima kelurahan tersebut dinobatkan sebagai kelurahan tangguh bencana karena rawan. Misalnya, rawan terjadi bencana longsor dan banjir bandang.

”Warga di lima kelurahan tersebut harus memiliki kepedulian kepada kewaspadaan bencana juga,” kata Hartono kemarin (28/7).

Hartono menegaskan, petugas BPBD memang selalu sigap. Namun, jika warga hanya mengandalkan petugas, dikhawatirkan tidak maksimal. Karena itu, pihaknya melatih warga di lima kelurahan tersebut agar tangguh menghadapi bencana.

Pola pelatihannya menggandeng akademisi. Yakni, Asosiasi Perguruan Tinggi Tenaga Kesehatan. Konkretnya, mahasiswa akan melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di lima kelurahan itu. ”Saya kira bisa efektif, nanti dari BPBD juga ikut membantu pembentukan kelurahan tangguh ini,” kata dia.

Hartono memaparkan, pelatihan difokuskan pada upaya menyelamatkan diri sendiri dan orang lain. Rencanannya, tidak semua warga yang dilatih, hanya warga yang dipilih kelurahan.

Sebelum pelatihan dimulai, kelurahan akan membentuk struktur organisasi, mulai dari tingkat kelurahan, rukun warga (RW), hingga rukun tetangga (RT). ”Kami berusaha mendidik kader-kader tangguh bencana. Ini bukti melibatkan masyarakat secara langsung,” kata Hartono.

Selain itu, pihaknya melakukan pendampingan. Warga diajari membaca peta bahaya, kerentanan bahaya, risiko dan kapasitas, serta pembentukan forum pengurangan risiko bencana. ”Warga akan memahami sendiri peta bencana sehingga bisa berjaga-jaga saat cuaca buruk,” terang Hartono.

Hartono menyatakan, pembentukan kelurahan tangguh bencana tersebut sudah mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Salah satunya, Kota Malang bakal ditunjuk sebagai pilot project pengembangan kelurahan tangguh bencana.

”Inovasi kami dengan menggandeng akademisi dilirik oleh pemerintah pusat sehingga kami akan gencarkan di semua kelurahan,” tandasnya.

Pewarta: Aris Syaiful
Penyunting: Mahmudan
Copy Editor: Indah Setyowati
Foto: Darmono