Takut Ganggu Ereksi, Pria Ogah Ikut KB. Menurut Anda?

KOTA BATU – Kaum Adam di Kota Batu masih cukup khawatir dengan program Keluarga Berencana (KB) Vasektomi atau upaya memandulkan bagi kaum pria. Hal itu ditunjukkan dengan minimnya keikutsertaan kalangan bapak-bapak pada program tersebut. Dari total 3.278 akseptor atau pengguna KB, hanya ada 149 dari kaum pria. Selebihnya merupakan kaum hawa yang aktif ikut KB.

Kondisi itu juga diperparah pada tahun ini. Di tahun anggaran 2017 ini, target kepesertaan vasektomi juga belum sampai 60 persen. Dari total target sebanyak 25 akseptor, baru sebanyak 14 akseptor yang telah terlayani.

Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Batu Abu Sufyan mengakui terkait adanya kekhawatiran kaum pria terhadap program tersebut. Dia berharap, kekhawatiran itu dapat dikikis.

”Saya berharap masyarakat Kota Batu dapat mengikuti vasektomi tanpa harus khawatir bakal ada efek sampingnya,” kata dia.

Kepala Seksi Keluarga Berencana, DP3AP2KB Kota Batu Susana Indahwati menuturkan, saat ini peminat KB dari kalangan pria masih minim. Untuk itu, pihaknya akan terus menggenjot sosialisasi terkait persaoalan tersebut.



”Sebenarnya respons masyarakat menunjukkan bahwa minat mereka ada. Tapi masih ada kekhawatiran (terkait efek sampingnya),” kata dia.

Dia lantas menjelaskan, KB pria atau Metoda Operasi Pria (MOP) tidak akan mengganggu kualitas seksual. Bahkan, dia menyuebutkan, program ini bisa menambah kualitas seksual laki-laki.

”Kebanyakan masyarakat takut terganggu ereksinya saat berhubungan badan. Padahal, tindakan ini (vasektomi, Red) nggak ada hubungannya sama ereksi,” tandas Kepala seksi yang juga Surveyor Nasional untuk Akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama ini.

MOP atau vasektomi adalah memutus dan mengikat saluran sperma. Prosesnya hanya melalui operasi kecil. Setelah menjalami operasi, perserta bisa langsung melakukan aktivitas seperti biasa.

Saat ejakulasi, juga ada cairan yang keluar dari alat kelamin pria. Namun, cairan tersebut tidak mengandung sel sperma. ”Yang diikat itu saluran sel sperma. Sementara cairan semen tetap bisa keluar,” beber dia.

Kekhawatiran terhadap vasektomi diakui Ahmad Choirudin, warga Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Dia mengaku takut kalau vasektomi akan mengurangi kemampuan ereksi saat berhubungan badan.

”Saya sudah tahu imbauan itu. Namun saya takut akan berimbas pada kurangnya ereksi saat berhubungan badan,” ungkapnya.

Pewarta: NR1
Penyunting: Ahmad Yahya
Copy Editor: Arief Rohman