Takut Ditembak Mati, Pembunuh Sopir Taksi Online Menyerahkan Diri

JawaPos.com – Salah satu pelaku perempokan disertai pembunuhan sopir taksi online di Pelambang menyerahkan diri ke polisi. Pelaku bernama Frans mendatangi kantor polisi karena takut ditembak mati.

Berdasarkan informasi yang didapat JawaPos.com, Frans menyerahkan diri ke Polsek Karang Dapo, Kabupaten Musirawas Utara (Muratara) bersama keluarganya. Tersangka, takut ditembak mati.

Saat dikonfirmasi, Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, AKBP Yoga Bagaskara membenarkan hal tersebut.
Dia mengatakan Frans diserahkan langung keluarganya ke Polsek Karang Dapo.



Untuk peran, saat ini pihaknya masih mengembangkannya. “Pelaku menyerahkan diri pada pukul 05.00 sore ke Polsek Karang Dapo,” katanya saat dihubungi, Kamis (15/11).

Menurutnya, pelaku masih berusia 16 tahun. Namun telah memiliki istri yang ikut mengantarkan pelaku ke kantor polisi. “Saat ini kami masih mengejar dua pelaku lagi yang belum menyerahkan diri,” tutupnya.

Sementara itu, Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengimbau bagi pelaku yang belum ditangkap segera menyerahkan diri. Jika tidak, maka tentunya akan sama seperti kasus sebelumnya ditembak mati.

“Silahkan saja kalau berlari. Kami akan terus kejar sampai ke liang kubur,” ujarnya.

Seperti diketahui, Sofyan, 43, merupakan sopir taksi online yang hilang sejak Senin (29/10). Kepolisian berhasil menemukan korban setelah menangkap satu dari empat pelaku yakni Ridwan, 45.

Dari keterangan sementara ada empat pelaku yang terlibat dalam kasus perampokan dan pembunuhan sopir taksi online ini.
Ridwan, yang berperan pengawas sudah ditangkap.

Frans sebagai eksekusi yakni mencekik korban hingga tewas kini telah menyerahkan diri. Sedangkan dua pelaku yakni AK dan AC masih DPO. Kedua pelaku ini berperan memegangi tangan korban agar tidak memberontak.

(lim/JPC)