Taksi Terbang Uber Akan Beroperasi di Australia

MALANG – Pihak Uber mengeluarkan pernyataan bahwa Australia akan menjadi pasar internasional pertama untuk layanan taksi terbangnya, Uber Air.

Sebelumnya Uber Air telah menjadikan Dallas dan Los Angeles sebagai kota percontohan, kini perusahaan memilih Melbourne sebagai kota percontohan ketiga untuk program taksi terbangnya. Menurut pemberitaan BBC, Rabu (12/6), penerbangan uji coba akan dimulai dari tahun 2020 yang akan datang, sedangkan tujuan meluncurkan operasi komersial akan dilakukan mulai dari tahun 2023.

Inovasi terbaru ini dikarenakan ada beberapa perusahaan yang mengembangkan taksi terbang sebagai moda transportasi masa depan. Pihak Uber sendiri mengatakan bahwa peningkatan mobilitas udara akan membantu mengurangi kemacetan lalu lintas di kota-kota.

“Seiring pertumbuhan kota-kota besar, ketergantungan yang besar pada kepemilikan mobil pribadi tidak akan berkelanjutan,” kata Eric Allison, kepala global divisi penerbangan perusahaan Uber Elevate.

“Uber Air memiliki potensi besar untuk membantu mengurangi kemacetan jalan,” lanjutnya.



Eric Allison juga menerangkan bagaimana taksi terbang milik Uber Air akan beroperasi di Australia. Menurutnya, perjalanan 19 kilometer dari pusat bisnis Melbourne ke bandara hanya akan memakan waktu 10 menit dengan Uber Air, turun dari satu jam naik mobil.

Demi mewujudkan ambisi ini, Uber bekerja sama dengan NASA dan Angkatan Darat AS. Tidak hanya itu, dua produsen pesawat, Embraer dan Pipistrel Aircraft, juga ikut bergabung. Uber telah mengambil langkah besar untuk mewujudkan taksi terbangnya. Tahun lalu, perusahaan tersebut merilis pernyataan bahwa akan membuka laboratorium di Paris untuk mengembangkan taksi terbang.

Ambisi Uber yang ingin menjadi perusahaan taksi terbang pertama mungkin tidak akan berjalan mulus, nyatanya Uber bukan satu-satunya perusahaan yang bereksperimen dengan taksi terbang.

Banyak perusahaan teknologi seperti Airbus dan sejumlah perusahaan baru juga berlomba-lomba mengembangkan taksi terbang pertama yang membawa penumpang. Dua tahun silam, Dubai juga melakukan tes pertama layanan taksi drone pada tahun 2017. Contoh lain datang dari perusahaan yang didanai oleh pendiri Google Larry Page telah meluncurkan taksi udara listrik yang dapat terbang sendiri yang dapat melaju hingga 180 km / jam (110mph).

Penulis: Risma Kurniawati
Foto: Istimewa