Taksi Online Dilematis Patuhi Aturan Kemenhub

MALANG KOTA – Ratusan taksi online di Malang Raya siap-siap ngandang alias tak bisa beroperasi lagi. Ini jika Kemenhub (Kementerian Perhubungan) RI kukuh memberlakukan Permenhub RI No 108 Tahun 2017 pada 1 Februari 2018.

Sebab, hingga kemarin (27/1), dari sekitar 1.500 armada taksi online, tidak lebih dari separo yang sudah patuh dengan aturan menteri itu. Di antaranya, driver memiliki SIM A umum, armadanya sudah uji kir, dan di mobilnya ada stiker penanda taksi online.

Pentolan taksi online yang mengaku bernama Aan Sukma ini menjelaskan, tidak ada alasan bagi para pelaku taksi online menolak peraturan menteri. Sebab, aturan itu untuk meredam gejolak di lapangan dengan taksi konvensional.

Hanya, imbuh dia, mepetnya pemberlakuan aturan itu per 1 Februari yang memberatkan. Karena belum semua bisa mengurus SIM A umum atau uji kir. Bahkan, barangkali lebih dari 800 armada yang belum siap dengan aturan itu. ”Tapi, prinsip kami siap menjalankan aturan itu,” tegas Aan kemarin (27/1).

Driver Grab ini menambahkan, sejumlah driver sudah melengkapi mobilnya dengan uji kir dan mendapat SIM A umum. Proses pembuatan SIM itu sudah dilakukan sejak keluarnya peraturan per November 2017 lalu. Tapi, memang belum semua. Apalagi ada driver yang bergabung di taksi online setelah aturan menteri tersebut keluar. Nah, tugasnya saat ini adalah mengajak sesama anggota di paguyuban taksi online untuk memenuhi kewajiban tersebut. ”Saya selalu mendorong teman-teman untuk uji kir,” tegasnya.



Hanya, kata dia, untuk mengurus uji kir sendiri, butuh waktu yang tidak sebentar. Bahkan, kepengurusannya juga tidak bisa bersamaan. Antreannya sangat panjang. Untuk satu paguyuban atau koperasi di taksi online, hanya dapat jatah mengurus uji kir 5 armada per hari. Padahal, jumlah armadanya ada ratusan unit.

Di Malang Raya, paguyuban Uber memiliki 1 koperasi yang memiliki ratusan anggota. Grab punya dua koperasi yang jumlah anggotanya lebih banyak. Belum lagi Go-Car yang jumlah armadanya jauh lebih banyak lagi.

Jadi, sangat tidak mungkin dalam tempo yang kurang sekitar tiga hari, semua taksi online sudah uji kir. ”Makanya pemberlakuan aturan itu kalau bisa ditunda dulu agar ada kesempatan memenuhi persyaratan,” pinta dia. (jaf/c2/abm)