Tak Terima Dakwaan Jaksa KPK, Setya Novanto Ajukan Pleidoi

“Dalam pembicaraan singkat, kami akan mengajukan eksepsi. Kami akan meminta waktu yang cukup panjang, ya kalau boleh dua minggu,” ujar Novanto melalui kuasa hukumnya, Maqdir Ismail sebelum persidangan ditutup.

Adapun waktu dua minggu diperlukan katanya untuk mempelajari dakwaan tersebut. Sebab menurut Maqdir, banyak fakta yang berbeda dari dua dakwaan yang lalu.

Setya Novanto saat akan dibawa di kursi tamu
(Dery Ridwansyah/JawaPos.com)

“Ada juga penambahan fakta dan nama terdakwa sehingga kami butuh waktu. Karena bagaimanapun juga ini kan didakwa bersama-sama dan disetujui. Pemahaman kami, kalau split sync itu hanya perbedaaan pada nama orang, tapi fakta tidak,” tuturnya.

Apalagi, berkas perkara Novanto yang diserahkan kepada PN Tipikor cukup banyak. “karena yang sudah dilihat itu berkasnya sampai satu meter,” ucap Maqdir.

Tak hanya meminta waktu satu minggu untuk memahami dakwaan, Maqdir juga berharap supaya Novanto diperiksa kembali oleh dokter dari rumah sakit lain bukan di RSCM.

“Kami usulkan agar ada pemeriksaan di RSPAD atau rumah sakit TNI,” pintanya.

Hakim Yanto selaku hakim ketua PN Tipikor mempersilakan Novanto untuk dilakukan opname jika memang keadaannya kurang fit. “Saudara terdakwa tadi ada beberap hal, pada prinsipnya majelis kalau terdakwa kurang sehat, mau opname, silahkan saja,” jawabnya

Namun terkait mempelajari surat dakwaan, Yanto hanya memberikan waktu selama satu minggu. “Dengan demikian, sidang atas nama terdakwa Setya Novanto dimulai dan ditunda sampai tanggal 20 dengan agenda eksepsi dari terdakwa, sidang kami nyatakan ditutup,” pungkasnya.


(dna/JPC)