Tak Sabar Ladeni Konate

MALANG KOTA – Bagi Muhammad Rafli dan Hanif Sjahbandi, laga uji coba di Stadion Kanjuruhan besok (10/2) bakal terasa istimewa. Sebab, mereka bakal tampil bersama Timnas U-22 menghadapi rekan-rekannya di Arema FC.

Usai berlatih bersama Timnas U-22 di Stadion Gajayana, kemarin sore (8/2) Rafli mengungkapkan bahwa laga ini menjadi salah satu laga yang paling dia tunggu. ”Pasti di pertandingan ini semangat banget,” kata Rafli.

Bila bermain, Rafli punya kans berduel dengan gelandang kreatif Arema FC Makan Konate. Rafli mengaku siap menghentikan pergerakan pemain bernomor punggung 10 itu di lapangan. ”Kalau pas latihan di sini (bersama Arema) sering. Jadi, tidak ada masalah,” ujar pemain jebolan Aji Santoso International Football Academy (ASIFA) ini.

Secara umum, Rafli mengaku sudah hafal dengan karakter pemain-pemain Arema FC. ”Memang ada pemain yang baru. Namun, 80 persen pemain saya sudah tahu permainan mereka semua. Tapi, tetap saya ikuti apa yang sudah diinstruksikan sama pelatih nanti,” ujarnya.

Sama halnya dengan Rafli, Hanif Sjahbandi juga senang bakal menghadapi Arema FC. Hanif pun berpeluang turun lapangan  karena sudah pulih dari cedera.  ”Ya sempat cedera, kini sudah baikan. Alhamdulillah, saya seneng banget ini lawan Arema,” katanya sambil tertawa.

Sementara itu, pelatih Timnas U-22 Indra Sjafri menyatakan, laga uji coba ini tidak hanya persiapan lawan Arema FC, namun ini juga sebagai persiapan untuk Piala AFF U-22. ”Ini uji coba kedua kami, mudah-mudahan hasil latihan dan game plan yang kami buat berjalan, dan lebih baik dibandingkan saat uji coba pertama,” ungkapnya.

Bagi dia, hasil akhir tidak terlalu penting dalam laga ini. ”Bukan skor  konsen kami, namun apa yang kami tugaskan pada pemain berjalan sesuai rencana,” kata mantan pelatih Bali United itu.

Menurut dia, dari evaluasi laga uji coba pertama melawan Bhayangkara FC, lalu ada beberapa peluang yang seharusnya bisa menjadi gol, tapi tidak bisa dimanfaatkan dengan baik.

Pewarta               : Aris Dwi Kuncoro
Copy Editor         : Dwi Lindawati
Penyunting         : Indra Mufarendra
Fotografer          : Rubianto