Tak Lagi Urus E-KTP, Ketua RT Dihimbau Tetap Pantau Warganya

KOTA MALANG – Meski peran RT/RW untuk pengurusan e-KTP dihilangkan, namun Wali Kota Malang Sutiaji mengimbau para ketua RT/RW agar tetap aktif. Meski perannya berkurang, dia berharap para ketua RT dan RW tetap mendata warganya. Terutama warga pendatang.

Meski tidak mengurusi administrasi kependudukan, menurut Sutiaji, keberadaan ketua RT/RW tetap dibutuhkan. Karena database awal sebuah daerah berada di tingkat bawah, yaitu RT/RW.

”Tanpa ketua RT/RW, kami bukan apa-apa. Saya juga pernah jadi ketua RT/RW,” ungkap mantan ketua RT 7 Dinoyo itu.

Lebih lanjut, dalam hal lain, seperti menjaga ketertiban, keamanan, dan kenyamanan warga, pihaknya juga tetap meminta ketua RT/RW untuk aktif. Sehingga, keamanan dan kenyamanan di Kota Malang tetap terjaga.

”Misalnya ada tamu, juga harus lapor 1×24 jam,” tandasnya.



Sementara itu, Kadispendukcapil Kota Malang Eny Hari Sutiarny membenarkan bahwa warga yang mengurus e-KTP tidak perlu meminta surat keterangan dari RT/RW. ”Mereka bisa langsung ikut perekaman e-KTP, asalkan usianya sudah 17 tahun,” kata Eny.

Aturan itu sudah disosialisasikan Eny kepada lurah untuk diteruskan ke tingkat RT/RW. Meski pengurusannya tanpa melalui RT/RW, menurut Eny, masing-masing ketua RT/RW tetap bisa memantau warganya.

”Setiap bulan, kami dua kali melaporkan perkembangan pengurusan e-KTP ke para lurah. Nanti, lurah itu yang menyampaikan ke RT/RW,” terangnya.

Pewarta : Imam Nasrodin
Penyunting : Mahmudan