Tak Harus Gabung Federasi atau Komunitas, Sertifikat Drone Bisa Diperoleh Secara Independen!

KOTA MALANG – Kabar gembira bagi pegiat drone atau biasa disebut Unmanned Aircraft Vehicle (UAV). Terutama yang berjalan secara indepeden atau tanpa komunitas.

Sebab, saat ini melalui Federasi Drone Indonesia (FDI), mereka bisa mengambil ujian sertifikasi penerbang Drone. Tak perlu bergabung dalam suatu komunitas drone.

Hal itu dijelaskan oleh Ketua FDI Dirgantara Kottama dalam talkshow “Kupas Tuntas Polemik: Federasi Aerosport Indonesia dan Federasi Drone Indonesia” di Cafe Mami Combi, Minggu (1/12).

“Kami di sini bukan jualan sertifikat. Kami ingin menjembatani mereka yang ingin mendapat sertifikat drone profesional tanpa perlu lagi ikut komunitas. Kadang kan orang ingin Independen dan FDI ini adalah tempat untuk mendapat sertifikasi itu,” tuturnya.

Dijelaskannya dihadapan puluhan komunitas dan pegiat drone malam kemarin, kalau sertifikat yang dikeluarkan FDI ini bisa digunakan untuk bekerja secara profesional.
Hal ini berbeda dengan sertifikat yang dikeluarkan oleh Federasi Aerosport Indonesia (FASI) yang diperuntukan untuk hobi.

“Ini setara dibuat untuk bekerja. Bukti seorang pegiat drone telah terbukti kompeten menerbangkan UAV” tuturnya.

Untuk mendapatkan sertifikat tersebut, jelas Dirgantara, seorang pegiat drone mesti mengikuti training terlebih tentang bagaimana menerbangkan drone dan regulasi. Setelah itu barulah mengikuti ujian. Para pegiat drone bakal ditest apa yang didapat setelah training.

“Semua itu dilakukan selama dua hari. Satu hari untuk training dan hari kedua untuk ujian,” tuturnya. “Nanti kalau gak lulus ketika ujian gak perlu training lagi. Cukup mengulang ujiannya saja,” imbuhnya.

Namun, sampai saat ini, kata Dirgantara, kantor FDI masih hanya ada di Jakarta. Untuk itu, bagi pegiat drone yang ada di daerah seperti kota Malang mesti melapor ke FASIDA terlebih dahulu.

“Kalau ada permintaan tes nanti anggota FDI dibantu FASIDA akan turun ke daerah untuk menyelenggarakan ujian sertifikasi,” tuturnya.

Sementara itu, perwakilan FASI Daerah Malang, Mayor Tek Dzulkifli Effendi, ST menambahkan kalau instruktur sertifikasi berasal dari FASIDA yang telah telah memiliki kompetensi.

“Instrukturnya sementara ini berasal dari FASIDA dan ini sudah berkompeten sebelumnya karena telah melalui ujian sertifikasi yang juga sulit didapat,” tuturnya.

Sebagai informasi, FDI sendiri dibentuk pada 27 Oktober 2019 di Denpasar Bali. Pada awal pembentukannya Federasi ini mendapar pro dan kontra dari berbagai komunitas Drone. Untuk itu FDI saat ini giat turun ke berbagai daerah untuk menjelaskan tujuan dan fungsinya kepada komunias-komunitas Drone.

Pewarta: Bob Bimantara Leander
Foto: Bob Bimantara Leander
Editor:Indra M