Tak Gila, Sugeng Resmi Jadi Tersangka

KOTA MALANG – Kasus mutilasi mayat wanita di Pasar Besar Malang (PBM) menemui titik terangnya. Tersangka bernama Sugeng Santoso, 49 menjadi tersangka atas kasus pembunuhan dan mutilasi yang dilakukan pada wanita yang diperkirakan berusia 34 tahun. Sebelumnya ada persepsi jika Sugeng mengalami gangguan jiwa atau skizofrenia, namun ternyata psikiater menyimpulkan bahwa Sugeng tidak memiliki gangguan jiwa dan melakukan kejahatan dengan keadaan sadar.

“Dari hasil pemeriksaan psikiater, awalnya Sugeng memberi keterangan yang masih menutup-nutupi. Namun setelah diadakan pra konstruksi, tersangka kebingungan dan akhirnya mengakui semua perbuatannya. Ia menceritakan mulai awal hingga akhir,” terang Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri saat ditemui awak media, Selasa (20/5).

Dari hasil pengakuan itulah, pskiater memeriksa lebih lanjut dan menyimpulkan bahwa terangka tidak gila, tidak memiliki gangguan jiwa (skizofrenia), dan melakukan perbuatannya dalam keadaan sadar. Alasan-alasan yang diungkapkan kemarin nyatanya hanya alibi untuk menutupi kejadian yang sebenarnya. Saat menceritakan pengakuannya, ia bercerita sangat lancar dan tidak ada tanda-tanda gangguan jiwa.

“Pelaku ini kemarin mendesain pengakuannya sedemikian rupa untuk meyakinkan orang-orang tentang kronologi kejadian. Dia memberi alasan tersebut karena sebenarnya sadar apa efek yang akan dia dapatkan jika mengakuinya,” sambung Asfuri.

Pengakuan Sugeng sebenarnya memperkuat kecurigaan polisi terhadap darah yang ada d ibaju Sugeng. Jejak darah tersebut menandakan bahwa korban masih hidup ketika dilakukan pembunuhan. Sebab jika korban meninggal tanpa dibunuh laku di mutilasi, tidak akan ada jejak darah sebanyak itu.

“Korban meninggal karena kehabisan darah. Bisa dilihat dari penemuan organ korban yang udah nggak ada darahnya. Sudah kosong, habis. Ini menunjukkan bahwa korban kehabisan darah,” tambahnya.

Sehingga atas perbuatannya ini akhirnya Sugeng dijerat dengan pasal 338 KUHP atas pembunuhan yang disengaja dengan ancaman penjara 15 tahun.

Pewarta: Rida Ayu
Foto: Rida Ayu
Penyunting: Fia