Tak Dapat Medali Satupun, STAIN Majene Tetap Bangga Berpartisipasi di PIONIR IX

Rombongan dari STAIN Majene Sulawesi Barat tetap gembira meski tak dapat medali satupun dalam PIONIR IX di UIN Malang.

KOTA MALANG – Dalam gelaran Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset (PIONIR) IX di UIN Malang kali ini, sejumlah peserta yang tak meraih juara merasa bukanlah masalah. Bahkan meski tak mendapat medali pun bisa membuat kontingen tetap berbangga diri dengan hanya ikut berpartisipasi.

Hal itu terjadi pada kontingen Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene yang mengirimkan 46 atlet untuk berlomba di 13 cabang perlombaan PIONIR IX. Bagaimana tidak, PIONIR IX merupakan pertama kalinya STAIN Majene untuk berpartisipasi.

“Bisa ikut PIONIR aja sudah senang kita meski tak ada medali,” tutur Ghafur ke radarmalang.id saat upacara penutupan PIONIR IX,Sabtu (20/7).

Bukan tanpa alasan Ghafur mengatakan hal tersebut. Sebab, kata Ghafur, STAIN Majene yang terletak di Sulawesi Barat baru berdiri sejak dua tahun lalu dan langsung ikut event kejuaraan nasional.

“Kita berdiri tahun 2017 dan ini langsung PIONIR yang skalanya nasional ya. Yang penting anak-anak punya pengalaman saja bisa bermain dengan teman-temannya,” kata Ghafur yang juga menjabat sebagai Kasubag Akdemik dan Kemahasiswaan STAIN Majene itu.



Selain itu, ia juga mengaku senang bisa menjadi tamu di UIN Malang sebagai tuan rumah PIONIR IX kali ini. Sebab, lanjut ia, selama gelaran PIONIR IX, panitia dari UIN Malang selalu menjamu mereka dengan baik.

“UIN Malang hebat sekali. Mereka memperlakukan kami dengan baik semua dipersiapkan, informasi juga selalu ada dan gampang mencarinya,” pungkas dia.

Pewarta: Bob Bimantara Leander
Penyunting : Kholid Amrullah
Foto: Bob Bimantara Leander