Tak Ada Tanggap Darurat, Korban Gempa Dibantu Dengan Dana Zakat | JawaPos.com

Tak Ada Tanggap Darurat, Korban Gempa Dibantu Dengan Dana Zakat | JawaPos.com

JawaPos.com – Gempa berkekuatan 5,4 skala Richter yang mengguncang Kabupaten Solok, Sumbar mengakibatkan puluhan rumah mengalami rusak berat. Atas kejadian itu, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengunjungi daerah terdampak kemarin (22/7).

“Saat ini saya baru menerima data sementara. Semoga tidak ada lagi tambahan korban ataupun kerusakan yang disebabkan gempa ini,” ujar gubernur kepada awak media di Nagari Batangbarus saat mengunjungi rumah korban meninggal karena gempa, Bustami Buyuang.

Laporan sementara dari BPBD Sumbar perihal kerugian lantaran gempa, 70 unit rumah yang tersebar di 3 kecamatan rusak.

Warga Simpang Tanjuang Nan IV, Kabupaten Sijunjung, Sumbar berkumpul di halaman rumahnya, Minggu (22/7). Mereka masih trauma dengan gempa yang mengguncang daerahnya. (Frikel/Padang Ekspres /Jawa Pos Group)

Selain korban Bustami Buyuang, 63, warga Rawang, Jorong Lubuk Selasih, Nagari Batang Barus, jumlah korban luka-luka dalam peristiwa gempa juga bertambah. Ada tiga warga lain yang mengalami luka ringan di Kecamatan Gunung Talang. Sedangkan di Kecamatan Lembah Gumanti, ada dua korban luka-luka. Yaitu, Yulniarti yang mengalami patah kaki dan Desrial yang luka ringan.

Dalam kunjungan itu, Irwan juga mendistribusikan bantuan terhadap korban bencana. Berupa paket sandang, bantuan gizi, serta lauk-pauk dengan nilai total Rp 28,8 juta.

Lebih lanjut, Irwan Prayitno mengatakan bahwa Pemkab Solok tidak menetapkan tanggap darurat pasca guncangan gempa tektonik tersebut. Pihaknya yakin bantuan dari Baznas provinsi dan Kabupaten Solok sudah cukup. Sebab kalau pakai APBD, mesti cari dulu pakai item anggaran yang mana.

“Kerusakan rumah kita upayakan dibantu melalui patungan. Jadi, patungan saja, selesai itu,” tutur gubernur.

Gempa juga mengakibatkan dua rumah warga Jorong Bunggo, Nagari Saok Laweh, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, terbakar. Saat warga berlarian keluar rumah ketika terjadi gempa, rumah milik Nurleli, 48, dilalap api.

Kebakaran sekitar pukul 15.30 WIB itu terjadi sesaat setelah ada gempa besar. Bermula saat tiang listrik di dekat rumah korban mengeluarkan percikan api, lantas membesar dan membakar rumah Nurleli.

Anggota pemadam kebakaran Kabupaten Solok langsung ke lokasi kebakaran dan berjibaku memberikan bantuan. “Api bisa dipadamkan satu jam setelah kebakaran. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini,” ujar Fery Irawan kepada Padang Ekspres (Jawa Pos Group).

Akibat gempa itu masih meninggalkan trauma bagi warga. Mereka yang rumahnya rusak lebih memilih tinggal di bawah tenda terpal yang dipasang di depan rumahnya.

(cr26/c10/ami)