Tak Ada Pemekaran, Kota Batu Gagal Jadi Wilayah Otonom

KOTA BATU – Perencanaan Kota Batu untuk menjadi wilayah otonom di tahun 2019, gagal terealisasikan. Pasalnya, untuk saat ini keputusan Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) mengenai pemekaran wilayah di pulau Jawa belum diperbolehkan.

“Aturan perundang-undangan untuk menjadi daerah otonom itu minimal harus memiliki 4 Kecamatan. Kita masih 3, tapi menurut aturan kemendagri untuk 2019 ini se-Jawa tidak diperkenankan ada pemekaran ataupun penggabungan,” ujar Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso.

Saat ini, Kota Batu terbagi menjadi 3 wilayah Kecamatan yakni Kecamatan Bumiaji, Junrejo dan Batu. Kegagalan tersebut menjadikan Pemkot Batu mengkaji ulang untuk merealisasikan kotanya menjadi daerah otonom sesuai dengan kebutuhannya.

Pengkajian itu salah satunya dengan mendata jumlah penduduk di beberapa wilayah Desa/Kelurahan. Seperti Kelurahan Sisir yang memiliki 20.676 penduduk, Kelurahan Ngaglik ada 12.585 penduduk, Kelurahan Temas ada 17.399 penduduk, dan Desa Giripurno ada 10.755 penduduk.

“Karena untuk pemekaran wilayah itu kita perlu melihat masing-masing jumlah penduduk tiap Desa/Kelurahan itu kan berbeda. Nah ini kita masih perlu mengkaji di semua wilayah itu agar saat pemekaran nanti bisa maksimal,” pungkasnya.

Pewarta: Arifina
Foto: Arifina
Penyunting : Fia