Tak Ada Duanya, Ini Keistimewaan Jeruk Punten 55 Asal Kota Batu

Petani jeruk di Bumiaji memilah milah jeruk yang dipanen.

KOTA BATU – Salah satu kebun jeruk milik seorang warga di Dusun Payan, Desa Punten, Kecamatan Bumiaji menyuguhkan pemandangan alam yang indah dan menakjubkan. Sejauh mata memandang, buah jeruk selalu di pelupuk mata. Suasana pedesaan yang masih asri juga turut mendukung keindahan perkebunan jeruk ini.

Perkebunan ini rencananya akan dibuka untuk umum sebagai tempat wisata secara resmi pada bulan Juli 2019. Namun sebelumnya, perkebunan ini harus diperbaiki dari segi infrastruktur. Misalnya jalan akses untuk menuju perkebunan harus dibenahi karena terlalu sempit.

“Apalagi saat musim hujan, biasanya jalanan setapak untuk menuju area perkebunan terlalu licin dan membahayakan pengunjung,” kata Camat Bumiaji Aditya Prasaja.

Adanya infrastruktur jalan tentunya juga memudahkan para petani untuk ke kebunnya. Baik itu untuk keperluan panen, perawatan kebun dan wisata. ”Selama ini cuma pakai motor saja, itu juga nggak bisa dua arah,” tambahnya. Sehingga menambah durasi waktu untuk hasil panen diletakkan di tempat pemilahan atau pengepul.

Untuk jenisnya, Dusun Payan ini memiliki varietas tersendiri yakni Punten 55. Jeruk Punten 55 ketika dikupas dan terbelah menjadi dua, tiap sisinya ada lima potongan buah jeruk.



Memasuki bulan April kemarin hingga Juli nanti, petani jeruk di Dusun Payan disibukkan masa panen. Dalam seminggu, mereka mampu memanen kebun jeruknya sebanyak 3-4 kali. Di mana tiap panen bisa sampai 2,5 ton buah jeruk.

Di sisi lain, Aditya juga berharap infrastruktur ke kebun jeruk Dusun Payan agar segera dibuka. ”Masyarakat sana (Dusun Payan) tidak merasa keberatan jika infrastruktur dikembangkan,” jelas Aditya.

Akses tersebut sangat membantu para petani dalam panen maupun wisatawan yang berkunjung. ”Kalau sudah ada aksesnya kan panen mudah, wisata juga mudah,” tandasnya.

Pewarta: Zulfa Izdihar
Penyunting: Kholid Amrullah
Foto: Zulfa Izdihar