Tahun Pemilu, Uang Palsu Sudah Marak di Masyarakat

Hati-Hati Saat Transaksi, Uang Palsu Terus Beredar

KOTA MALANG – Tahun 2019 bisa dibilang sebagai tahun pemilu. Di tahun pemilu ini, berbagai isu dan berita negatif tersebar ke mana mana. Tak ketinggalan, uang palsu juga sudah mulai merajalela.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KBBI) sudah mencatat ada 1.245 lembar uang palsu yang beredar. Hal tersebut diketahui berdasarkan data per Januari hingga akhir Februari 2019.

Menurut Ketua Tim Sistem Pembayaran, Pengedaran Uang Rupiah, Layanan dan Administrasi Kantor Perwakilan BI Malang, Rini Mustikaningsih, angka tersebut terbilang banyak. Mengingat selama tahun 2018 didapatkan uang palsu yang beredar 7.827 lembar.

“Setiap tahun data temuan uang palsu ini meningkat. Bahkan uang yang dengan tahun remisi juga ada yang sudah dipalsukan,” katanya.

Menurut Rini, laporan uang palsu didominasi oleh laporan dari bank umum. Mulai dari bank di Malang Raya, Pasuruan dan Probolinggo. Dengan rata-ratanya nominal Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu. “Ada yang pecahan Rp 20 ribu dan Rp 5 ribu, tapi jumlahnya masih sedikit,” pungkasnya.



Karenanya, iapun mengimbau agar masyarakat lebih waspada saat menerima uang. Salah satu cara yang dinilai masih ampuh dilakukan adalah dengan menerapkan 3D. Dilihat, diterawang dan diraba.

Pewarta : Feni Yusnia
Penyunting : Kholid Amrullah