Tahun Ini, Sekolah Digerojok 3.110 Komputer

MALANG KOTA – Kehadiran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Prof Dr Muhadjir Effendy MAP di Kota Malang kemarin (25/8) membawa kabar baik. Pria yang pernah menjabat rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini menjanjikan seratus komputer untuk SMPN di Kota Malang.

Hal tersebut disampaikan Muhadjir saat hadir di acara dies natalis ke-25 SMAN 9 Kota Malang. ”Kami (Kemendikbud) menyumbang seratus komputer, ini untuk meningkatkan pendidikan anak-anak melek IT,” ucap Muhadjir usai acara.

Dia menjelaskan, komputer yang disumbangkan ini bisa digunakan untuk ujian nasional berbasis komputer pada tahun depan. ”Tetapi tidak khusus untuk itu (ujian berbasis komputer, Red). Intinya untuk pembelajaran saja,” ujar Muhadjir.

Muhadjir menambahkan, sumbangan komputer ini akan diserahkan ke lima SMPN di Kota Malang. Dengan demikian, satu sekolah bisa menerima 20 komputer. Lalu, apa kriteria SMPN yang berhak menerima? Muhadjir menyerahkan kewenangan menyeleksi tersebut ke kepala Dinas Pendidikan (kadisdik) Kota Malang.

Sementara itu, di tempat yang sama, Kadisdik Kota Malang Dra Zubaidah MPd menyatakan, tidak ada persyaratan macam-macam untuk sekolah yang menerima. ”Semua sekolah kami petakan dulu,” kata Ida, panggilan akrab Zubaidah. Namun yang paling penting, bagi Ida, jika ada sekolah yang laboratoriumnya sudah siap bisa mendapatkan jatah dari Disdik Kota Malang.



Untuk diketahui, selain seratus komputer sumbangan dari Kemendikbud, tahun ini disdik akan melakukan pengadaan 3.010 komputer. Dengan demikian, ditambah sumbangan Kemendikbud, maka total komputer mencapai 3.110. Per sekolah direncanakan mendapatkan 10–15 unit komputer. ”Nanti juga akan kami bantu juga untuk pengadaan server, satu sekolah satu server,” ucap Zubaidah.

Sebelumnya, pengadaan ini sudah diusulkan disdik melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) 2018 sebesar Rp 40 miliar. Memang, kala itu disdik mempersiapkan SD agar bisa mengikuti ujian online 2019. Tetapi, Zubaidah tak mau terburu-buru mempersiapkan ujian online SD. Karena, masih diperlukan beberapa pertimbangan dan anggaran yang tidak sedikit.

Sementara itu, mendikbud juga meminta disdik Kota Malang bisa mempersiapkan laboratorium terpadu di masing-masing zonasi. Jadi, akan ada satu lab yang digunakan beberapa sekolah dalam satu wilayah. Namun, saat menginventarisasi, disdik hanya mendapatkan satu lahan. Yakni SMPN 10 saja. ”Saat ini kami juga masih menyisir ulang mana saja lahan yang bisa dijadikan laboratorium terpadu,” kata Zubaidah. 

Pewarta : San
Penyunting : Irham Thoriq