Tahun Baru, Wisatawan Habiskan Rp 15 M

MALANG KOTA – Uang yang dibelanjakan wisatawan untuk menikmati Tahun Baru 2019 di Malang Raya terbilang cukup besar. Dalam sehari saja, perputaran uangnya diperkirakan menembus Rp 15 miliar.

Angka itu dihasilkan dari jumlah kunjungan wisatawan di sejumlah objek wisata, lalu dikombinasikan dengan penghitungan yang dikeluarkan Badan Promosi Pariwisata Daerah Provinsi Jawa Timur (BPPD Jatim). Perputaran uang belanja wisatawan itu berpotensi bertambah jika dihitung di seluruh objek wisata.

Berdasarkan data Jawa Timur Park (JTP) Group dan empat objek wisata besar di Malang Raya, wisatawan yang menikmati Tahun Baru di Malang Raya, kemarin (1/1) mencapai 63.044 kunjungan. Rinciannya, JTP Group tercatat 25.000 wisatawan per hari, Taman Rekreasi Selecta (23.450 wisatawan), Malang Night Paradise (sekitar 5.000 wisatawan), Pantai Balekambang (8.100 wisatawan), dan Ngliyep (1.494 wisatawan).

Ketua BPPD Provinsi Jatim Dwi Cahyono menyatakan, belanja wisatawan di sejumlah kota besar hampir sama. Untuk Jatim misalnya, Malang Raya setara dengan Kota Surabaya. ”Penghitungan total untuk pengeluaran wisatawan, rata-rata per hari mencapai Rp 239 ribu,” ujar Dwi.

Pemilik Yayasan Inggil itu menegaskan, penghitungan tersebut dikeluarkan 2018 lalu. ”Penghitungan tahun 2017, tapi keluarnya 2018,” tambah pria yang juga ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang itu.

Lantas, berapa penghitungan uang belanja wisatawan pada 2019 ini? Dwi tidak bisa memastikan. Namun, diperkirakan tidak jauh berbeda. ”Kalau perkiraan (penghitungan uang belanja wisata) tahun 2019 ini mengkhawatirkan. Karena tahun politik,” kata pria yang pernah menjadi calon wali kota (cawali) di Pilwali 2013 lalu itu.

Jika mengacu penghitungan BPPD, perputaran uang belanja wisatawan di Malang Raya mencapai Rp 15 miliar per hari. Jumlah tersebut meliputi biaya makan dan minum, biaya menginap di hotel, rekreasi di tempat wisata, dan membeli suvenir. ”Sudah terakumulasi semua,” katanya.

Pewarta : Farik Fajarwati, M. Badar Risqullah
Copy editor :Dwi Lindawati
Penyunting : Mahmudan