Tahap I Museum HAM Munir, Pemprov Plot Rp 5 M

SISIR – Pembangunan Museum HAM Munir resmi dimulai kemarin (8/12). Ditandai secara simbolis dengan peletakan batu pertama yang dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Sejumlah tamu undangan turut hadir dalam acara yang berlangsung di Jalan Sultan Hasan Halim, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, tersebut. Dalam sambutannya, Khofifah menyebut bila pembangunan Museum HAM Munir menunjukkan adanya kebersamaan harapan terkait hak asasi manusia.

”Dengan begini akan ada proses pembelajaran, proses penyampaian informasi, serta proses integrasi yang bisa disampaikan secara masif,” kata dia. Momen peletakan batu pertama dengan peringatan Hari HAM Sedunia yang akan berlangsung 10 Desember nanti menurut dia akan menjadi bagian dari penguatan bersama dalam memanggil memori seluruh warga negara. Secara khusus, mantan Menteri Sosial RI itu juga berharap pembangunan museum turut menjadi ruang untuk konsep HAM antar-agama.

”Misalnya Imam Ghazali dulu mengatakan adanya prinsip universal kemanusiaan yang mengutamakan kebebasan berpendapat, serta menjaga jiwa atau nyawa dari seluruh warga bangsa,” jelasnya.

Untuk diketahui, Museum HAM Munir itu dibangun di atas lahan milik Pemerintah Kota (Pemkot) Batu. Luas lahan yang dipersiapkan yakni 220 meter persegi. ”Pemkot Batu menyediakan lahan, sedangkan untuk pendanaan akan dibantu melalui anggaran Pemprov Jatim senilai Rp 5 miliar,” beber Khofifah.

Dia memastikan bila penganggarannya sudah masuk dalam APBD Provinsi Jatim 2020. Jumlah tersebut menurutnya baru setengah dari kebutuhan pembangunan. Sebab, di perhitungan awal, diketahui ada kebutuhan dana Rp 10 miliar untuk menuntaskan pembangunan Museum HAM Munir. ”Kekurangan akan dianggarkan pada tahun berikutnya,” sambungnya.

Yayasan Omah Munir rencananya bakal mengelola museum tersebut. Sementara untuk perawatan, nantinya akan ditanggung oleh Pemkot Batu. Turut hadir juga dalam peletakan batu pertama Museum HAM Munir kemarin yakni Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso, Ketua Yayasan Omah Munir Andi Achdian, istri almarhum Munir Suciwati, Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik, serta juri dari sayembara Museum HAM Munir, Butet Kertaradjasa.

Pewarta : Wasyi’un
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Bayu Mulya