23.3 C
Malang
Kamis, Februari 15, 2024

TAG

kekerasan seksual

Setubuhi Anak Tiri, Dituntut 15 Tahun Penjara

BATU – Pelaku kekerasan seksual Widoanto, 42, kepada anak tirinya SYS, 16, di Kota Batu dituntut 15 tahun penjara dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Malang (16/1) lalu.

Pria Cabul Kaget Tingginya Ancaman Pidana

Kejaksaan Negeri (Kejari) Batu menerima pelimpahan berkas dan tersangka kasus pencabulan terhadap anak tiri dari Polres Batu kemarin (22/11). Tersangka bernama Widianto itu pun langsung menjalani pemeriksaan awal dan akan ditahan oleh jaksa selama 20 hari menuju persidangan.

Terduga Pelaku Koma Gara-Gara Dihajar Warga

Kasat pencabulan yang satu ini menghebohkan warga Kecamatan Pakis. Terduga berinisial KA memaksa anak tirinya yang masih berusia 11 tahun melayani nafsu bejat dalam jangka cukup lama. Kemarin (9/11), terduga pelaku itu terbaring di Puskesmas Pakis dalam kondisi koma setelah dihajar warga pada Selasa malam (8/11).

Kakek ”Predator” Bocah Dihukum 12 Tahun

Perbuatan Ngatemin, 63, benar-benar bejat. Selama bertahun-tahun, kakek asal Desa Sindurejo, Kecamatan Gedangan itu tega menyetubuhi secara paksa bocah yang merupakan tetangganya sendiri. Sebagai ganjarannya, kemarin (8/11) majelis hakim Pengadilan Negeri Kepanjen menjatuhkan hukuman 12 tahun penjara.

Banding Kasus Julianto dalam Pemeriksaan

Perkara dugaan kekerasan seksual di sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) Kota Batu sedang dalam proses banding di Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya. Jaksa dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Batu pun telah mengirimkan memori banding. Pada intinya, mereka tetap menyatakan terdakwa Julianto Eka Putra bersalah.

Kasus Pencabulan Sumberpucung Tuntas, Pelaku Diganjar 9 Tahun Penjara

Masih ingat kasus pencabulan disertai penyekapan yang menggegerkan warga Sumberpucung pada Juni lalu? Kasus tersebut disidangkan di Pengadilan Negeri Kepanjen dan sudah sampai pada titik akhir. Kemarin (28/9), Yhonatan Deny selaku terdakwa diganjar hukuman sembilan tahun penjara.

Dalam Pameriksaan, Alasan Pelaku Kekerasan Seksual Aneh-Aneh

MESKI kasus-kasus kekerasan seksual yang masuk kejaksaan sudah melewati pemeriksaan di kepolisian, jaksa tetap perlu melakukan pembuktian. Hal yang sulit masih berpeluang terjadi. Yakni membuat tersangka mengakui, baik pada pemeriksaan awal setelah pelimpahan dari kepolisian maupun dalam persidangan.

Korban Kekerasan Seksual ”Digarap” Ayah Tiri, Terusir dari Rumah 

BEJATNYA pelaku kasus kekerasan seksual terhadap anak kadang membuat kita hanya bisa mengelus dada. Misalnya yang dirilis Polres Kota Batu pada 20 September lalu. Pelaku kekerasan seksual itu bernama Widianto. Dia dilaporkan oleh istrinya sendiri yang bernama RW, 36. 

Korban Kekerasan Seksual Berani Melapor, Efek Viral Kasus Julianto Eka Putra

KASUS dugaan kekerasan seksual dengan terdakwa Bos Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) Julianto Eka Putra sudah tuntas di pengadilan tingkat pertama. Pria asal Surabaya itu dihukum 12 tahun penjara dan langsung mengajukan banding. Di Kota Batu, muncul anggapan bahwa persidangan terhadap Julianto menjadi momentum keberanian keluarga anak korban kekerasan seksual untuk melapor ke penegak hukum. 

Korban Eksploitasi Minta Polisi Periksa Terlapor

Perkara yang melibatkan sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) Kota Batu belum selesai. Selain dugaan kekerasan seksual oleh Julianto Eka Putra, ada perkara lain berupa eksploitasi ekonomi terhadap anak-anak yang kini masih diproses di kepolisian. Pemeriksaan terhadap korban sudah dilakukan, tetapi terhadap terlapor masih belum. Hal itu membuat pihak korban merasa tidak puas.

Berita Terbaru

/