Syahrul Yasin Limpo Tekankan Tiga Hal Penting untuk Menghadapi Revolusi Industri 4.0

SYL: Negara Tak Bisa Lagi Lunak kepada Teroris - JPNN.COM

Sabtu, 24 Agustus 2019 – 16:16 WIB

jpnn.com, JAKARTA – Mantan Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo menekankan tiga hal penting dalam menghadapi revoluasi industri 4.0 yakni inovasi, kolaborasi dan investasi. 

Ketiga hal tersebut, kata Syahrul menjadi pilar penting untuk memastikan industri strategis yang bisa menjadi lokomotif untuk mewujudkan Indonesia maju

“Tanpa inovasi kita akan berjalan di tempat dan jangan membayangkan Indonesia yang lebih baik. Maka itu, inovasi harus dikedepankan dan komitmen pemerintah sangat serius. Penyiapan anggaran riset di tahun-tahun mendatang disiapkan dalam jumlah signifikan besarnya dibanding sebelumnya,” ujar Syahrul di Jakarta, kemarin.

Selain inovasi, kata Syahrul, bangsa Indonesia harus membangun kolaborasi yang kuat. Pasalnya, jika berjalan sendiri-sendiri, akan memakan waktu yang lama terutama untuk menyiapkan tenaga-tenaga muda yang menguasai teknologi kekinian dan masa depan. 

“Jadi sambil melakukan investasi untuk membangun sistem dan manusia yang mengoperasikannya, kolaborasi adalah pilihan terbaik,” tandas dia.

Syahrul mencontohkan bagaimana berbagai pihak berkolaborasi memproduksi sarana transportasi yang menggunakan bahan bakar yang terbarukan dan ramah lingkungan. Dalam konteks itu, kata dia, maka produksi mobil konvensional akan ditinggalkan dan bangsa Indonesia akan melakukan lompatan besar memproduksi mobil yang ramah lingkungan dan yang bebas asap pembawa polusi udara.

Karena itu, menurut dia, industri mobil berbahan bakar tenaga surya atau minimal menggunakan tenaga listrik menjadi pilihan-pilihan kebijakan pembangunan industri masa depan dari pemerintah. 

“Presiden Joko Widodo menekankan bahwa kita tidak cukup lagi membuat sesuatu yang lebih baik dari sebelumnya tetapi harus lebih baik dari bangsa-bangsa lainnya. Untuk mencapai kemajuan itu lebih cepat, kita harus berani berkolaborasi sambil melakukam adopsi dan investasi teknologi-teknologi terkini dari negara-negara lain yang lebih dahulu menguasainya,” ungkap dia.

BERITA LAINNYA INDEKS BERITA

SPONSORED CONTENT

loading…

loading…