Suyati Raih Kepala TK Terbaik Setelah Terapkan Pembelajaran Saintifik

Terobosan Suyati untuk membuat pembelajaran anak-anak taman kanak-kanak (TK) agar lebih menyenangkan diganjar hadiah untuk Kepala TK Berprestasi Kota Batu pada 2 Mei 2017. Dia menerapkan pembelajaran dengan pendekatan saintifik di TK Arjuno I yang dia pimpin. Bagaimana model pembelajaran itu?

M. BAHRUL MARZUKI

Perempuan berhijab itu tampak sibuk membersihkan dan menata ulang beberapa piala di ruangan sekitar 4 x 5 meter, kemarin (4/5). Tepatnya di ruang kepala Taman Kanak-Kanak (TK) Arjuno I, Jalan Asparagus, Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Perempuan itu adalah Suyati, kepala TK Arjuno I sekaligus peraih Kepala TK Berprestasi Kota Batu tingkat TK pada Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), 2 Mei lalu. ”Kalau yang terbaru (prestasi sekolah) yang didapat di Hardiknas,” kata Suyati kepada Jawa Pos Radar Batu sambil menunjuk piala setinggi 40 sentimeter itu, kemarin.

Perempuan kelahiran 26 Oktober 1972 ini sejak awal memang optimistis bakal bisa meraih prestasi tersebut. Sebab, di tingkat kecamatan, dia mampu menjadi yang terbaik.
Apalagi karya tulis setebal 20 lembar untuk kompetisi itu juga sudah disiapkan sejak sekitar enam bulan sebelumnya.

Mulai pencarian literatur, pengambilan data di lapangan, hingga penulisannya. Perlu diketahui, dalam seleksi kepala sekolah berprestasi ini ada beberapa tes, yaitu tes wawancara, tulis, portofolio, dan presentasi karya tulis.



Sedangkan judul yang dia angkat adalah ”Penerapan Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran untuk Meningkatkan Belajar Siswa TK”. ”Sejak jadi kepala TK (lebih dari dua tahun), saya sudah terapkan cara ini. Jadi, ya optimistis menang,” terang perempuan kelahiran Kabupaten Trenggalek ini.

Inti dari model pembelajaran yang diterapkan Suyati itu lebih mengedepankan pengamatan dan praktik. Juga disesuaikan dengan Kurikulum 2013 (K-13). Jadi, siswa-siswi lebih banyak di lapangan dibandingkan di kelas.

Misalnya, untuk materi buah-buahan, dia mengajak muridnya ke kebun apel. ”Rasa ingin tahu dari anak-anak itu tinggi. Makanya lebih mudah diajak melihat langsung ke lapangan,” imbuhnya.

Bukti dokumentasi praktik ini juga yang membantu Suyati saat presentasi. Tepatnya saat salah satu dewan juri kurang yakin dengan karya tulisnya. ”Juri sempat ada yang ragu, tapi waktu saya tunjukkan bukti di lapangan, jurinya langsung setuju (dengan karya tulisnya),” ungkap ibu dua anak ini.

Tapi, Suyati juga memberi batasan pada penerapan di lapangan untuk model pembelajaran tersebut. Yaitu bagi siswa-siswi TK nol kecil hanya diminta untuk mengenal dan mengamati. Sedangkan siswa-siswi nol besar ikut praktik. ”Kalau untuk murid nol kecil, gurunya yang melakukan praktik,” ungkap dia.

Ke depan, dia bakal terus menerapkan model pembelajaran tersebut di TK yang dia pimpin. Karena selain prestasi siswa-siswi menjadi bagus, pembelajarannya jadi lebih menyenangkan. ”Saya akan pertahankan pembelajaran ini. Sebab, hal ini akan membuat mereka senang belajar,” janji perempuan yang ulang tahun setiap 26 Oktober ini.

Sedangkan secara teori, pengertian pembelajaran dengan pendekatan saintifik adalah proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa agar peserta didik secara aktif mengonstruksi konsep, hukum, maupun prinsip melalui tahapan-tahapan mengamati, merumuskan masalah, mengajukan atau merumuskan hipotesis, mengumpulkan data dengan berbagai teknik, menganalisis data, menarik kesimpulan dan mengomunikasikan konsep, serta hukum maupun prinsip yang ditemukan. (*/c2/im)

Pewarta: M. BAHRUL MARZUKI
Penyunting: Imam N
Fotografer: SUYATI For Radar Batu