Sutiaji Inspeksi Proyek Jacking

MALANG KOTA – Sebelum memasuki puncak musim hujan, duet kepemimpinan Sutiaji-Sofyan Edi Jarwoko ingin memastikan seluruh drainase berfungsi. Termasuk drainase sistem jacking (pengerukan dari bawah tanah) sepanjang 1,4 kilometer dari Jalan Bondowoso menuju Jalan Tidar.

Saat menginspeksi drainase jacking kemarin (23/11), Sutiaji tampak nyemplung ke selokan. Hal itu dilakukan karena dia tidak ingin ada sumbatan yang luput dari pantauan, sehingga memicu banjir. Beberapa kali, Sutiaji tampak bertanya kepada pejabat yang mendampinginya.

Misalnya saat mencari titik penghubung jacking dengan drainase lain di Jalan Galunggung, Sutiaji bertanya kepada bawahannya. ”Pak Sekda (Sekkota Malang Wasto) tahu?” tanya Sutiaji kepada Wasto yang berdiri di atasnya.

Nggak tahu, Pak,” jawab Wasto sambil tersenyum.

Selain Wasto, Sutiaji didampingi oleh Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Hadi Santoso, dan Kabag Humas Setda Kota Malang Nur Widianto.

Karena Wasto tidak tahu, Sutiaji lantas meminta Kadis PUPR Hadi Santoso untuk menelusuri titik temu antara drainase dengan proyek jacking. Hal ini dilakukan untuk mengetahui langkah-langkah ke depan dalam menangani banjir di daerah tersebut.

”Senin (26/11), kami akan presentasikan ke Bapak hasilnya,” terang kadis yang biasa disapa Sony ini.

Sutiaji menambahkan, banjir tersebut sudah dicarikan solusinya sejak 5–6 tahun lalu. Namun, hingga kemarin masih belum terselesaikan.

Pihaknya juga bakal membuat sudetan (crossing) di Jalan Simpang Jombang 1, Klojen. Selain itu, juga melakukan normalisasi gorong-gorong di area tersebut. ”Sudetan itu perlu untuk mengurangi banjir,” tandas alumnus UIN Maliki Malang ini.

Menurut dia, yang paling penting adalah warga tidak membuang sampah sembarangan. Karena salah satu faktor utama penyebab banjir adalah penyempitan dan perilaku masyarakat yang membuang sampah sembarangan. ”Makanya kami adakan gerakan Jumat Bersih. Terutama di kalangan ASN,” terangnya.

Sementara itu, Kadis PUPR Kota Malang Hadi Santoso menyatakan siap menjalankan instruksi Sutiaji. Termasuk pembuatan sudetan sekitar 20 meter di Jalan Jombang. ”Crossing-nya harus punya daya tampung tinggi (supaya bisa menampung air dalam volume banyak),” ungkap dia. 

Pewarta: Imam Nasrodin
Copy Editor: Amalia
Penyunting: Mahmudan