Susun Program Latihan Sendiri, 1 Menit Mampu 70 Kali Push Up

Gagal menjadi atlet pencak silat, tak menghalangi Bahar Rozaq Maulidan terus mengejar prestasi. Dia mencoba menekuni cabang muay thai. Hasilnya cukup membanggakan. Dia meraih juara 3 pada ajang tingkat nasional.

MUHAMMAD HAFIS IQBAL 

KERINGAT masih mengucur deras dari dahi Bahar Rozaq Maulidan Kamis (1/11) siang lalu. Maklum saja dia baru selesai menyelesaikan latihannya di halaman SMAN 1 Turen. Meski terik matahari membakar kulit, lari keliling lapangan sudah menjadi makanan sehari-hari.

Begitulah kesehariannya usai pulang sekolah saat melakukan latihan fi sik. Hanya Jumat waktunya libur dari rutinitas latihan. Hasilnya tidak main-main, di kejuaraan muay thai tingkat nasional di Serang Banten pertengahan September lalu, dia mendapat medali perunggu. Bahkan dia menjadi salah satu atlet Jawa Timur yang mampu menyumbang medali. “Iya itu kejuaraan kedua saya, ternyata bisa juga dapat medali. Apalagi saya baru tiga bulan belajar muay thai,” katanya.

Sambil mengusap keringatnya dia bercerita tentang awal menggeluti muay thai. Bahar, sapaan akrabnya mengaku lebih dulu belajar pencak silat. Sejak kelas 1 SMP dia sudah menekuni silat. Bahkan beberapa kali ikut kejuaraan dan meraih medali. Namun, ketika masuk SMAN 1 Turen, dia harus tergeser dan kalah saing dengan temannya. “Waktu itu ikut seleksi untuk Jawa Timur, saya kalah dari teman satu sekolah. Tapi sama pelatih disuruh mencoba muay thai, karena belum banyak peminatnya,” jelas siswa kelas X tersebut.

Dirinya sempat merasa kecewa karena tidak lolos. Namun, dia mencoba berbesar hati untuk mencoba olahraga asal Thailand tersebut. Menurutnya, dasar silat dan muay thai tidak beda. Hanya saja perlu penyesuaian dari segi teknik dan gerakan. “Dasarnya sama saja karena bela diri. Hanya saja muay thai ini lebih keras, terutama kekuatan pukulan tangan,” imbuhnya.

Pemuda kelahiran 31 Mei 2001 tersebut tidak patah semangat dan terus berusaha keras. Hasil perjuangannya terlihat saat mengikuti kejuaraan pertamanya. Dia berhasil mendapatkan medali emas, hal itu yang mengantarkannya menjadi atlet Jawa Timur. “Padahal sempat gugup. Apalagi masih baru belajar muay thai,” kata putra pasangan Eko Siswanto-Luthfi yah Fatmawati tersebut.

Saat ini dirinya terus bersiap untuk mengikuti kejuaraan selanjutnya. Sehingga setiap hari mengasah kemampuan fi siknya. Bahkan menu latihan disusunnya sendiri dalam 1 menit harus mampu 70 kali push up ditambah lari keliling lapangan  Fisiknya begitu kuat. “Ini bagian dari persiapan menuju ajang selanjut nya. Saya punya target bisa mendapat emas di Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur,” tutupnya.

Pewarta: *
Penyunting: Abdul Muntholib