Surya Paloh Tak Yakin Suara Jokowi Lebih 50 Persen di Ranah Minang

JawaPos.com – Menyonsong Pilpres yang kian dekat, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh tidak mau berharap banyak terkait perolehan suara Jokowi-Ma’ruf di Sumatera Barat (Sumbar). Terlebih selama ini Sumbar dikenal sebagai “zona merah” oleh pendukung Jokowi.

“Paling tidak, suara Jokowi-Ma’ruf tak lebih kecil dari Pemilu 2014 lalu,” ujarnya usai menghadiri konsolidasi Nasdem untuk pemenangan Pemilu 2019 wilayah Sumbar di Padang, Minggu (20/1).

Bahkan, tokoh politik asal Aceh itu pesimistis, bahwa perolehan suara Jokowi-Ma’ruf tidak akan sampai pada tingkat optimal alias di atas 50 persen. “Saya tidak melihat itu. Mendekati (50 persen) itu sudah bagus,” kata Paloh yang tak merincikan alasan kenapa hal itu bisa terjadi.

Paling tidak, lanjut Paloh, Jokowi-Ma’ruf didukung oleh 12 orang kepala daerah dari 19 kabupaten/kota di Sumbar. Dirinya mengaku, akan bicara dari hati ke hati dengan para kepala daerah tersebut tentang bagaimana komitmen dan upayanya meyakinkan warga Sumbar, jika Jokowi adalah pilihan terbaik.

Paloh mengaku, untuk Pemilu dan Pilres, dirinya meminta seluruh kader untuk tidak memfitnah, dengki dan hasut menghasut. Seperti menuduh orang saleh PKI. Atau bicara tentang ketataan, namun merusak dan mempemainkan kata yang sejalan dengan perbuatan.

“Ajak orang memilih, jangan menjelekkan. Silahkan bilang Presidennya bagus, baik, tapi jangan jelekkan pilihan lain. Profesionalisme tidak cukup tanpa moralitas. Ini yang saya tekankan kepada kader,” sebut politisi yang mengaku sudah 50 tahun berkecimpung di partai politik itu.

Di sisi lain, rentetan kegiatan Surya Paloh ke Sumbar tidak dihadiri Gubernur Sumbar Irwan Prayitno. Gubernur hanya mengutus Kepala Kesbangpol Pemprov Sumbar untuk menghadiri konsolidasi partai NasDem di Kota Padang.

Paloh mengaku, sudah bicara dengan Gubernur Sumbar yang notabenenya kader militan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) begitu juga dengan kader-kader partai non pendukung Jokowi-Ma’ruf.

“Ada. Dia (Gubernur Sumbar) adek-adek, teman saya. Saya bicara khusus ketenangan. Jangan karena Pemilu, Sumbar terpecah-pecah,” katanya.

Sambil tersenyum, Paloh juga menyebutkan jika Gubernur Sumbar memiliki potensi untuk menjadi salah satu Menteri.

“Belum ada tawaran jadi Menteri. Dia (Irwan Prayitno), potongan jadi Menteri ada itu,” kata Paloh menjawab tanya wartawan sambil sedikit terpingkal.

Editor           : Sari Hardiyanto

Reporter      : Riki Chandra