Surveinya Menangkan Prabowo, PDIP Tuduh INES Bagian dari Gerindra

Politisi PDIP Eva Kusuma Sundari

Sebagaimana diketahui, survei INES beberapa hari lalu memosisikan Prabowo sebagai pemenangnya jika pilpres digelar pada dua hari lalu. (5/2). Eva mengaku dirinya mendapat informasi bahwa survei itu memang mendukung salah satu partai politik.

“Ada pengakuan bekas direktur yang menyebut bahwa INES alat propaganda dari Gerindra. Jadi tentu pembahasan hasil survei tidak bisa dipakai karena tujuannya politis, kepentingan subjektif dari Gerindra alias enggak ilmiah,” tegas Eva saat dihubungi, Senin (7/5).

Direktur Eksekutif INES Oskar Vitriano saat memaparkan hasil surveinya yang memenangkan Prabowo dan mengalahkan Jokowi.
(RADAR MALANG ONLINE)

Apalagi menurut Eva, INES ini bukan bagian dari Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi). Maka, validitas hasilnya pun patut dipertanyakan.

“Padahal menurut peraturan KPU, lembaga survei yang boleh merilis survei jika terkait ke perhimpunan lembaga survei. Sehingga bisa dikontrol Dewan Etik Persepi,” pungkasnya.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif INES Oskar Vitriano menyebut Prabowo Subianto bisa memenangkan pemilihan Presiden jika dihelat pada saat ini. Dalam survei INES itu, Prabowo mendapatkan suara 50,2 persen, sementara petahana Jokowi hanya mampu mengambil hati 27,7 persen dari total responden.

Survei itu merupakan hasil nama-nama top of mind yang dihimpun dari 2.180 orang di 408 kabupaten/kota. Di samping itu, survei yang diselenggarakan pada 12 hingga 28 April 2018 ini diklaim memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error sebesar 2,1 persen.

Hasil yang sama juga terjadi jika survei dilakukan secara tertutup, yakni hanya mengerucutkan nama ke beberapa pilihan. Tercatat, 54,5 persen responden memilih Prabowo Subianto dan 26,1 persen memiih Jokowi jika pemilihan Presiden dilakukan saat ini. Menurut dia, responden cenderung mencari sosok presiden baru lantaran tidak puas dengan pemerintahan saat ini.


(ce1/gwn/JPC)