Suroboyo Bus Tetap Pakai Sampah Plastik

Suroboyo Bus Tetap Pakai Sampah Plastik

JawaPos.com – Pembayaran Suroboyo Bus bakal tetap menggunakan sampah plastik. Pemkot batal memasukkan pasal khusus terkait Suroboyo Bus dalam raperda retribusi pemakaian kekayaan daerah yang sedang dibahas di DPRD Surabaya.

Anggota dewan sempat mengira bahwa pemkot sedang menyiapkan payung hukum lain agar warga bisa menggunakan uang untuk menikmati perjalanan dengan bus itu. Sebab, pemkot bisa mengatur tarif bus lewat peraturan wali kota (perwali). Pembuatannya cepat dan tak perlu persetujuan DPRD.

Kabag Hukum Pemkot Surabaya Ira Tursilowati menegaskan bahwa pemkot belum berniat membuat perwali tarif tersebut. Sampah botol plastik bakal tetap digunakan untuk bisa mendapatkan tiket Suroboyo Bus. “Nggak ada perwali itu. Tetap pakai sampah plastik sesuai program ramah lingkungan yang diminta Bu Wali,” jelas Ira di DPRD Surabaya kemarin (27/5).

Sebelumnya, penggunaan sampah plastik sebagai alat pembayaran mendapat kritik dari akademisi hingga dewan. Mereka merasa pembayaran bus dengan sampah plastik hanya menimbulkan persoalan baru. Salah satunya penumpukan sampah plastik yang menembus 70 ton. Ira menerangkan bahwa sampah-sampah itu tetap bernilai uang. Pemkot bisa melelang sampah yang dikumpulkan warga tersebut. “Yang lelang tahap pertama sudah kok. Dan itu enggak ada masalah,” ujar Ira.

Ira menganggap penggunaan sampah plastik sebagai pembayaran bus masih relevan hingga saat ini. Ira menerangkan bahwa hal tersebut merupakan upaya pemkot dalam mereduksi sampah plastik yang tidak bisa diurai oleh alam.

Ketua DPRD Surabaya Armuji tidak sependapat. Menurut dia, Suroboyo Bus hanya membebani APBD. Bus tersebut ramai saat akhir pekan atau hari libur saja. “Saya tahu. Wong saya pernah naik, enggak ada penumpang babar blas,” ujarnya.

Armuji meminta pemkot membuka pintu pembayaran lain selain memakai sampah plastik. Sebab, tidak semua warga mau mencari botol plastik untuk naik bus. Hal tersebut dianggap tidak praktis. Apalagi kalau warga harus membeli air mineral dulu hanya untuk mendapat sampahnya.