Suramadu Palsu Dihajar Ombak

Video itu tersebar melalui YouTube sejak tiga hari lalu. Gambar bergerak tersebut semakin viral setelah para pemilik akun Facebook mengunggahnya di laman pribadi. Narasinya bermacam-macam. Namun, nadanya hampir sama. Keterangan video itulah yang membuat posting-an tersebut viral. ’’Hari ini, jam satu siang, Jembatan Suramadu diterjang ombak besar,’’ tulis pemilik akun bernama Ferry Budiman di Bratanggede.

Ada juga akun yang mengaitkan ombak itu dengan peristiwa gempa bumi di selatan pantai Jawa Barat Jumat malam (15/12). ’’Ini efek gempa semalam. Ombak besar menghantam Jembatan Suramadu,’’ tulis pemilik akun Anindita Duwi Cahyana. Dia juga mem-posting video serupa.

Jika dilihat dengan saksama, jembatan yang ada di video itu sama sekali tidak sama dengan Suramadu. Ukurannya jelas lebih kecil. Selain itu, tidak ada tali pancang di bagian tengahnya yang terlihat menjulang.

Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Perlindungan Masyarakat (BPB Linmas) Surabaya Irvan Widyanto juga memastikan bahwa informasi tersebut tidak benar. ’’Tidak ada laporan seperti itu. Itu juga bukan Jembatan Suramadu. Kabar hoax, Mas,’’ ungkapnya.



Video tersebut ternyata pernah dipakai sebagai bahan hoax di India. Kabar itu dimuat portal www.India.com pada 5 Desember 2017. Bahkan, potongan gambar ombak tersebut disandingkan dengan hujan es yang terjadi di Istanbul, Turki. Hujan es dan ombak tinggi itu dianggap sebagai kejadian yang saling terkait. Di Indonesia, video hujan es yang sama dilabeli sebagai peristiwa di tol Cipularang.


(eko/gun/c15/fat)