Suporter PSMS Ricuh, Kapolres Medan: Itu Hanya Euforia yang Berlebihan | JawaPos.com

Suporter PSMS Ricuh, Kapolres Medan: Itu Hanya Euforia yang Berlebihan | JawaPos.com

JawaPos.com – Kapolrestabes Medan Kombes Dadang Hartanto langsung turun ke Stadion Teladan, Kota Medan pascakerusuhan yang terjadi pada Senin (23/7) malam. Bersama Kapolsek Medan Kota Kompol Revi Nurvelani, Dadang langsung memantau beberapa kerusakan yang ada di Stadion Teladan.

Kepada awak media Dadang mengatakan, kalau yang terjadi usai pertandingan bukan kerusuhan. Dia menganggap itu adalah luapan emosi suporter karena PSMS mampu memenangkan pertandingan.

“Ini sebenarnya bukan kerusuhan, tapi lebih kepada euforia dari penonton yang puas PSMS menang atas lawannya. Fans senang karena menang, tapi sayangnya agak berlebihan,” kata Dadang

Lebih jauh lagi Dadang menilai pendukung melakukan hal itu karena sebelumnya merasa kecewa dengan kekalahan beruntun yang diderita PSMS. Sehingga, suporter sangat senang saat PSMS akhirnya kembali meraih kemenangan.



“Tentu saja pendukung kecewa karena kekalahan beruntun kemarin, sehingga terjadi perusakan. Ini masih akan kita dalami dan lakukan rapat konsolidasi secepatnya,” tegas dia.

Kerusuhan pecah di Stadion Teladan Medan. Para suporter memaksa masuk ke dalam lapangan usai pertandingan yang dimenangkan PSMS dengan skor 3-1.

Polisi pun langsung mengadang para suporter yang berada di tribune sebelah utara. Suporter yang terpancing emosinya justru melakukan aksi melawan petugas kepolisian. Bahkan suporter melemparkan batu ke arah polisi.

Untuk mengendalikan situasi, polisi menembakkan gas air mata. Kerusuhan baru dapat diredam setelah penonton keluar dari dalam stadion.

(pra/JPC)