Supercross Geliatkan Olahraga Ekstrem

MALANG – Sekitar 3.000 ribu warga Malang Raya dibuat dag dig dug saat menyaksikan ajang Kratingdaeng Enduro Supercross di Sirkuit Djagung, Tlogowaru, Kedungkandang, kemarin (4/3). Total 71 crosser asal Malang Raya yang tampil di 14 kelas lomba berbeda.

Dari 71 starter yang terdaftar, hanya 52 crosser yang berhasil masuk ke babak final. Lintasan dengan panjang 800 meter menjadi tempat mereka beraksi. Dalam balapan kali ini memang dibuat sedikit berbeda.

Selain ada 8 obstacle (gundukan tanah untuk melompat) yang disiapkan panitia, juga ada dua area rockcross. Tentu ini menjadi pemandangan menarik untuk para penonton.

”Kami memang sengaja membuat lintasan dengan konsep yang berbeda. Karena ini untuk menguji ketahanan crosser, penonton juga menjadi semakin antusias,” ucap Public Relations Kratingdaeng Amanda Afina di sela-sela lomba itu kemarin.


Amanda menyatakan, seri pembuka di Malang ini memang berjalan cukup menarik sejak babak penyisihan. Sebab, antusias publik cukup tinggi dengan ajang yang bakal digelar selama 6 putaran tersebut.

Pemilihan Malang sebagai kota pembuka event ini karena memang banyaknya pencinta olahraga ekstrem tersebut. ”Menjadikan Malang sebagai kota pembuka karena memang peminatnya banyak. Ini dapat dilihat dari jumlah peserta yang cukup banyak, penontonnya juga mencapai 3.000 orang,” jelasnya.

Untuk kategori lomba memang dibuat banyak karena mengakomodasi keinginan peserta. Salah satu yang menarik adalah dibukanya kelas Win Enduro X (komunitas). Sebab, kelas ini memang menjadi kelas dengan peserta terbanyak yakni 12 peserta.

”Kelas Win Enduro X memang hanya ada di Malang karena pencintanya juga banyak. Mereka butuh wadah untuk menggelar lomba, jadi kami fasilitasi,” terangnya.

Dalam balapan kali ini memang tidak ada juara yang akan masuk ke level nasional. Yang masuk kelas nasional, yaitu kelas Powertrack dan Supercross. Kedua kelas tersebut bakal diikuti crosser nasional dan internasional.

”Meski tidak masuk ke nasional, tapi para juara tetap dipantau. Tidak menutup kemungkinan mereka bisa masuk jadi atlet,” imbuhnya.

Dia berharap dengan adanya kegiatan pembuka event ini bisa menjadi awal pembuka yang baik. Memang ada beberapa kekurangan yang bisa dijadikan catatan panitia. Jadi, nanti di seri berikutnya bisa lebih baik lagi.

”Untuk awal, saya kira sudah bagus, tapi tetap ada catatan. Nanti di seri berikutnya harus lebih bagus lagi, paling tidak bisa menghidupkan gelora olahraga ekstrem,” tandasnya.

Pewarta : Hafis Iqbal
Penyunting : Irham Thoriq
Copy Editor : Dwi Lindawati
Foto: Bayu Eka