Sumbar Minta Buku IPS Soal Yerusalem Ditarik dari Peredaran

Meski belum ditemukan, buku yang sempat menjadi viral di media sosial tersebut menjadi perhatian serius bersama, lantaran memuat pengetahuan yang salah kaprah.

“Buku itu untuk pelajar kelas 6 SD dan sudah diterbitkan sejak tahun 2006 lalu. Tapi, sampai saat ini, kami belum temukan buku tersebut beredar di Sumbar. Kalau kami dapati, akan segera ditarik,” tegas Burhasman, Kepala Dinas Pendidikan Sumbar kepada sejumlah wartawan di Padang, Jumat (15/12).

Meski belum ada penemuan, pihaknya masih terus melakukan pengecekan ke sekolah-sekolah dasar di 19 Kabupaten/Kota di Sumbar. “Kita akan terus pantau dan tarik langsung buku itu kalau ditemukan. Sebab, informasi buku tersebut dapat menimbulkan masalah fatal dan salah presepsi di kalangan pelajar,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan, pihaknya sudah menarik tautan buku tersebut dari situs Kemendikbud. Ia mengatakan ada ketidakcermatan hingga e-book tersebut diunggah.

“Buku tersebut sejak pagi ini sudah dihapus dalam daftar BSE Kemendikbud. Itu sebuah kekhilafan yang memalukan,” katanya.

Muhadjir menegaskan telah meminta kepada Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) Hamid Muhammad untuk menelusuri hal tersebut. “Saya sudah meminta Dirjen Dikdasmen untuk menelusuri siapa yang harus bertanggung jawab atas kekhilafan tersebut,” tutur mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini.


(rcc/JPC)