Sulit Mencoret, Golkar Tetap Majukan Mantan Napi Korupsi Jadi Caleg | JawaPos.com

Sulit Mencoret, Golkar Tetap Majukan Mantan Napi Korupsi Jadi Caleg | JawaPos.com

JawaPos.com – Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadizly mengaku partainya juga telah mendaftarkan sejumlah nama mantan narapidana koruptor menjadi bakal caleg. Ia menyebut nama-nama itu dinilainya sangat sulit dicoret dari daftar bacaleg.

Diketahui, ia telah mendaftarkan dua nama mantan narapidana koruptor. Mereka adalah Ketua DPD Partai Golkar Aceh Teuku Muhammad Nurlif dan Ketua Harian DPD Golkar Jawa Tengah Iqbal Wibisono.

Nurlif merupakan mantan terpidana suap cek pelawat pemilihan DGS Bank Indonesia Miranda Gultom. Dia telah divonis pidana penjara 1 tahun 4 bulan oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Sementara itu, Iqbal merupakan mantan napi karena terlibat korupsi dana Bansos Provinsi Jateng untuk Kabupaten Wonosobo pada tahun 2008 silam. Atas kasus yang membelitnya, Iqbal pernah dihukum 1 tahun penjara.

“Kalau Pak Iqbal (Nyaleg) di Jawa Tengah dan pak Nurlip di Aceh. memang keduanya agak sulit partai untuk bisa mencoret, karena memang Nurlip adalah Ketua DPD Golkar Provinsi Aceh, sementara Pak Iqbal ketua harian Golkar Jawa Tengah,” kata Ace di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (19/7).

Saat disinggung mengenai syarat yang dikumpulkan kepada penyelenggara pemilu mengenai komitmen pakta integritas, Ace menyebut itu hanya komitmen moral. Baginya, kejadian korupsi yang dilakukan kadernya itu merupakan proses hukuman yang lalu.

“Kejadian korupsi itu kan tidak pada saat sekarang tetapi pada yang lalu. Dan yang bersangkutan kan sebetulnya sudah mengalami proses hukuman,” ungkapnya.

Sementara itu, Ace mengaku pihaknya masih menunggu hasil uji materi ke MA mengenai Peraturan KPU (PKPU) mengenai larangan mantan narapidana untuk menjadi caleg. Sehingga pihaknya saat ini memberikan kesempatan seluruh kadernya untuk maju.

“Jadi partai tentu mempersilahkan yang bersangkutan (para mantan napi korupsi) untuk mencalonkan diri selagi memang kesempatan untuk dicalonkan itu masih dimungkinkan,” pungkasnya.

(aim/JPC)