Sulap Pasar Kumuh Jadi Tempat Wisata

MALANG KOTA– Pedagang Pasar Bunulrejo sudah mulai mengisi penampungan. Artinya, pembangunan revitalisasi pasar akan segera dimulai. Dari pantauan koran ini, kemarin (28/6), total 380 petak dan bedak yang berada di samping pasar sudah ramai diisi pedagang. Petak-petak pasar penampungan tersebut berada di depan dan di sebelah kanan Pasar Bunulrejo.

Kepala Pasar Bunulrejo Jumar Ngadiono menyatakan, pasar tersebut diisi sekitar 185 pedagang dari total 406 bedak dalam pasar. Namun, hanya 380 petak saja yang aktif berjualan. ”Pedagang kan ada yang punya tiga bedak. Nah, relokasi sekarang ini memang waktunya sesuai permintaan pedagang,” terangnya.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Malang Wahyu Setianto menjelaskan, saat relokasi lancar, revitalisasi pasar siap dilakukan. Untuk Pasar Bunulrejo, dananya memang dari anggaran pemerintah pusat. Yaitu, dana tugas pembantuan oleh Kementerian Perdagangan. Untuk revitalisasi pasar ini saja mencapai Rp 6 miliar. ”Sesuai tahapan, pedagang pindah, kami revitalisasi pasar,” jelasnya.

Mantan kepala Dinas Perhubungan Kota Malang ini menyebut, konsep revitalisasi pasar di Kecamatan Blimbing ini akan berbeda. Meski nantinya konsep pasar sehat akan menyerupai Pasar Oro-Oro Dowo, pernak-pernik lain akan membuat konsep pasar menjadi menarik. Yaitu, konsep pasar wisata.

Menurut Wahyu, akan ada pernak-pernik mulai dari topeng Malangan, bunga, dan sentra kuliner seperti yang diharapkan pedagang dan warga setempat. ”Konsepnya pasar wisata, seperti harapan pedagang dan warga,” kata mantan kepala Dinas Pasar Kota Malang itu.

Pasar Bunulrejo dijadikan pasar wisata karena tempatnya yang strategis di tengah kota. Selama ini, Pasar Bunulrejo menjadi salah satu pasar yang terkumuh di Kota Malang. Selain atapnya yang rusak, lantai di dalam pasar juga kurang representatif karena banyak yang berlubang.

Pewarta: Fajerus Shidiq
Penyunting: Irham Thoriq
Foto: Darmono