Sulap Kampung Arema Jadi RTH

MALANG KOTA – Rencana menciptakan Kampung Arema di Kelurahan Tasikmadu, Kecamatan Lowokwaru, terus dimatangkan Pemkot Malang. Selain dikonsep menjadi destinasi wisata baru, Kampung Arema juga harus didominasi ruang terbuka dan menambah ruang terbuka hijau (RTH).

Hal itu ditegaskan Wali Kota Malang Drs H Sutiaji tentang urgensi Kampung Arema yang harus dikonsep ramah lingkungan. Hal itu juga telah disampaikannya saat bertemu dengan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Malang belum lama ini.

”Saya beri kritik pada Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) kalau Kampung Arema harus benar-benar mengusung hal-hal yang berhubungan dengan kekhasan Malang. Konsultan harus mengetahui konsep ini agar tidak keluar jalur,” jelasnya.

Menurut Sutiaji, konsep Kampung Arema masih ditekankan pada kampung yang akan membawa semua unsur budaya, kearifan lokal hingga produk-produk khas Malang. Bahasa, pertunjukan seni, kuliner, produk khas, hingga bentuk kampung dibuat asli Malang.

Lebih detail, akademisi pendamping tim konsultan Kampung Arema Budi Fathony menjelaskan, konsep besar Kampung Arema adalah dibuat seperti miniatur Malang Tempoe Doeloe.

”Ada 7 konsep di dalamnya yang belum dapat kita ungkap saat ini. Yang jelas nantinya kampung ini akan menjadi destinasi wisata yang isinya menjelaskan bahwa aslinya Malang yang di situ,” jelas Budi.

Dia menyatakan, Kampung Arema ini tidak akan menjadi kampung yang ditinggali setiap harinya oleh penduduk. Akan tetapi akan menjadi tempat pusat seni, pertunjukan, yang bisa dikunjungi setiap hari. ”Konsep lainnya yang diperhatikan adalah tata ruangnya,” tambahnya.

Budi menyatakan, Kampung Arema di Tasikmadu akan dibuat 30 persen berisi bangunan dan 70 persen Ruang Terbuka Hijau (RTH). ”Kita tetap pada esensi menambah RTH. Kampung ini nantinya akan los, ruang seni pertunjukan dan banyak lainnya akan dibuat terbuka,” papar pria yang juga dosen arsitek ini.

Dia melanjutkan, saat ini pemkot sedang melakukan pendataan tentang status lahan di sana. Kampung Arema seluas 25 hektare akan berlokasi di dekat Kampus ITN II di kawasan Karanglo. Saat ini kawasan tersebut masih berbentuk kebun dan sawah. Kawasan tersebut masih ada yang berstatus bengkok, ada juga yang masih dimiliki secara komersial.

Saat ini pembebasan lahan juga masih dipetakan. Inilah kenapa redesain masih akan dilakukan. ”Yang masih sulit saat ini adalah akses untuk ke sana. Bisa lewat Kampus ITN II, juga bisa lewat Jalan Soekarno-Hatta. Yang dari Soekarno-Hatta ini yang paling tidak masih butuh setidaknya 2 jembatan agar akses lancar ke Kampung Arema,” pungkasnya.

Pewarta : Sandra Desi
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Ahmad Yani