Sukseskan Ubud Bebas Parkir di Jalan, Pemkab Borong 10 Shuttle Bus Sinergi Jawa Pos

“Terkait dengan pelaksanaan Ubud bebas parkir itu, pada RAPBD 2018 kami sudah anggarkan untuk pembelian 10 unit shuttle bus. Untuk harganya sekitar Rp 400 juta untuk satu unitnya,” ucap Wakil Bupati Gianyar Made Mahayastra usai mengikuti rapat kerja antara eksekutif dengan DPRD Gianyar Jumat (24/11) kemarin.

Lebih lanjut Wabup Mahayastra menjelaskan, untuk pengoperasian shuttle bus saat penerapan larangan parkir di pinggir jalan di wilayah Ubud secara ideal yakni 20 unit shuttle. Tapi meski Pemkab Gianyar hanya membeli 10 unit shuttle bus, dia memastikan jumlah shuttle yang akan beroperasi saat larangan parkir ini diterapkan jauh lebih banyak. Sebab beberapa hotel berbintang di Ubud dan restoran juga sudah menyiapkan shuttle bus sendiri, termasuk beberapa desa adat yang masuk dalam kawasan tersebut.

 “Idealnya memang 20 unit (shuttle bus). Tapi selain itu, hotel berbintang juga sudah menyiapkan shuttle sendiri dengan logo hotel mereka. Selain itu, seperti Padang Tegal malah juga sudah membeli tiga unit shuttle, dan beberapa restoran. Jadi kita lihat dulu mungkin seminggu atau sebulan, apakah shuttle ini cukup atau tidak. Kalau nanti kurang tentu kami akan tambah lagi,” terangnya.

“Apalagi dari data kami, ternyata banyak swasta dan perusahaan yang ingin memberikan bantuan shuttle bus secara gratis. Cuma mereka punya permintaan, supaya bisa memasang stiker iklan usaha mereka di shuttle bus itu. Untuk yang ini, kami akan lihat dulu regulasinya, boleh apa tidak,” paparnya.

Disinggung mengenai kapan sebenarnya kepastian penerapan larangan parkir itu dilakukan Pemkab Gianyar, sebab sebelumnya ada informasi regulasi ini akan diterapkan awal Januari nanti. Wabup asal Payangan ini dengan tegas memastikan larangan parkir itu akan diterapkan mulai1 Januari mendatang. Sedangkan ujicoba aturan ini akan dilakukan mulai pertengahan Desember mendatang. “1 Januari 2018 sudah akan diterapkan penuh. Sedangkan ujicoba mulai pertengahan Desember. Nah nanti untuk sanksi bagi yang melanggar, kami sudah siapkan satu unit mobil derek, serta personel yang akan berjaga. Tapi kami yakin masyarakat Ubud taat dengan penerapan aturan ini nanti,” yakinnya.

Karena seperti penegasannya kemarin, selain jalanan Ubud harus bebas dari parkir. Mereka yang boleh lewat hanya pejalan kaki, warga dan wisatawan yang menggunakan sepeda gayung, serta shuttle bus. “Untuk areal parkir, ada di beberapa titik. Misalnya yang di Padang Tegal itu, setidaknya bisa menampung 900 mobil plus 4 ribu sepeda motor. Lalu juga eks blok A Pasar Ubud yang dulu sempat terbakar, serta beberapa sentral parkir lainnya,” imbuhnya.

Lebih lanjut Wabup Mahayastra mengatakan, bahwa penataan Ubud memang sudah mendesak, dan harus segera dibenahi secara menyeluruh. Karena itu sebuah tim percepatan penataan kawasan Ubud pun sudah terbentuk, yang akan menata semua bidang, seperti transportasi, parkir, tata bangunan, keamanan, dan lainnya yang semuanya akan diatur dalam Perda. “Jadi tim ini sudah mulai bekerja sejak 2017, dan mudah-mudahan 2018 sudah terlaksana,” ucapnya.

Percepatan penataan Ubud ini, dia sebut tak hanya karena Ubud sudah dikepung macet dan permasalahan lainnya, juga karena desakan dari pemerintah pusat terkait dengan pelaksaan konferensi IMF dan Bank Dunia. Pasalnya seperti kata Wabup Mahayastra ratusan delegasi Bank Dunia dan IMF direncanakan bakal berkunjung ke Ubud. “Kunjungan delegasi IMF dan Bank Dunia ini sudah pasti akan ke Ubud dan kami sudah diminta bersiap oleh pusat. Sebab bagi para delegasi, tak lengkap mereka ke Bali, tanpa ke Ubud. Makanya kami sudah beberapa kali dipanggil ke Jakarta untuk menyiapkan ini,” paparnya.

Bahkan seperti penuturannya, jika biasanya DAK untuk perbaikan jalan kabupaten yang datang darti pusat ditentukan daerah yang mengajukan. Untuk 2018 ini, DAK dari pusat untuk Gianyar sudah langsung ditetapkan pemerintah pusat ke wilayah Ubud. “Ini sangat jarang. Biasanya saat Rapat Teknis dengan pusat, daerah yang menentukan lokasi. DAK ini malah pusat yang menentukan. Yakni dua ruas jalan di Ubud, dan satu lagi yakni dari Pasar Tegallalang ke arah barat,” ungkapnya.

“Jadi perbaikan jalan ini tidak setengah-setengah. Tapi total hingga kinclong, Mulai dari badan jalannya, drainase hingga trotoar juga,”imbuhnya.

(bx/wid/wan/ima/yes/JPR)