KOTA MALANG – Kerjasama lintas sektor dan lintas profesi yang digandeng Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang untuk mengurangi angka kematian ibu hamil dan bayi berbuah manis. Hal itu terlihat dari terus menurunnya angka kematian ibu dan bayi dari tahun ke tahun di Kota Malang.

Hal itu diungkap Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Keluarga (Kesga) dan Gizi Dinas Kesehatan Kota Malang, Meifta Eti Winindar SST MM ditemui radarmalang.id, Kamis, (6/12), ia mengungkap angka kematian bayi juga ikut turun per tahun.

Menurutnya angka kematian ibu hamil di Kota Malang tahun 2017 berjumlah 14 kasus. Mendekati akhir tahun 2018 ini, jumlahnya turun hingga menjadi hanya 8 kasus.

“Penurunan ini juga tak terlepas dari kerjasama lintas sektor seperti perguruan tinggi utamanya kesehatan dan semua yang berperan di bidang ini,” papar Meifta.

Angka kematian bayi, dipaparkan Miefta juga terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Dari data Dinkes di tahun 2016 saja, angkanya mencapai 126 kasus. Lalu, angka itu turun drastis hingga capai 76 kasus di tahun 2017. “Dan saat ini ada 66 kasus,” tambahnya.

Wanita berjilbab ini berharap angka tersebut terus turun. “Yang artinya peningkatan pelayanan akan jadi lebih baik lagi, dan saya menekankan bahwa cakupan hasil dari kerjasama semuanya, dan kita tidak boleh puas dengan hasil ini,” tutupnya.

Pewarta: Elfran Vido
Foto: Elfran Vido
Pewarta : Fia