Suka duka Mereka Yang Tidak Libur Saat Lebaran (1)

Idul Fitri atau Lebaran menjadi momen yang dinanti untuk berkumpul dan silaturahmi bersama keluarga. Namun, tidak semua orang bisa merasakan hangatnya suasana saat hari raya tiba.

Ada yang mesti mengorbankan waktu berkumpul demi tuntutan profesi. Salah satunya, dialami Edwin Agus Suratman, petugas keamanan kampus Universitas Brawijaya (UB).

Menurut pria asal Lampung ini, tak pulang saat Lebaran, sudah bukan hal yang aneh lagi. Justru dianggap sebagai ibadah hari raya. “Awalnya emang ada rasa sedih. Mau gimana lagi. Karena kampus ini juga biasa ada salat Idul Fitri. Kita jaga mereka yang lagi sholat kan sama dengan ibadah,” ujar pria 29 tahun ini.

Kendati demikian, tak bisa dipungkiri jika ada kerinduan mendalam pada keluarga yang jauh di sana. “Apa ya, kita lihat karyawannya pada balik. Ya sedih. Tapi bersyukur masih bisa telepon ya,” ucap pria yang akan menikah bulan depan ini

Merantau sejak 2010, sudah tiga tahun belakangan, Edwin tidak mudik. “Bukan karena tak bisa pulang, tapi anggap saja kita belajar mandiri. Jadi harus tetap belajar tegar lah. Berusaha mandiri. Bawa enjoy aja.”

Demikian juga kata Syambodo. Komandan Keamanan Kampus UB, dia menilai bahwa ini sudah merupakan bagian dari tugas dan pengabdian. Merasa sedih saat tak bisa ikut rayakan Lebaran bersama keluarga adalah risiko.

“Menjadi satpam itu suatu profesi yang mulai awal sudah kita niati. Jadi meskipun kadang orang lain libur, kita masuk. Ya memang sudah risiko saya kira. Cuman kalau hari raya ini, yaitu kembali lagi kita mengingat tugas. Sama dengan tim keamanan lainnya,” ungkapnya. (bersambung)